Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : PDIP Usul Pilkada Langsung dengan e-Voting, PKB: Belum Siap Diterapkan
Advertisement . Scroll to see content

KH Hasyim Asyari Hilang dari Kamus Sejarah, NU dan PKB Protes Keras

Selasa, 20 April 2021 - 04:28:00 WIB
 KH Hasyim Asyari Hilang dari Kamus Sejarah, NU dan PKB Protes Keras
Pendiri Organisasi Nahdlatul Ulama (NU) Hadratussyaikh KH Hasyim Asy"ari. (Foto: @nahdlatululama)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Tokoh pendiri Nahdlatul Ulama Hadratus Syech Hasyim Asy'ari hilang dalam Kamus Sejarah Indonesia Jilid I yang diterbitkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud).  Atas hal itu, Nadiem Makarim diminta bertanggung jawab atas penghilangan jejak sejarah tersebut.

"Kami tersinggung dan kecewa atas terbitnya Kamus Sejarah Indonesia ini. Kamus itu memuat foto Hadratus Syech Hasyim Asy'ari tetapi tidak ada ‘entry’ nama beliau sehingga berpretensi menghilangkan nama dan rekam jejak sejarah ketokohanya. Kami meminta kamus itu direvisi dan ditarik dari peredaran," ujar Ketua Umum NU CIRCLE (Masyarakat Profesional Santri), R. Gatot Prio Utomo dalam siaran persnya, Minggu 18 April 2021. 

Sementara itu, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) juga protes keras terkait hal ini, sebagaimana disampaikan Sekjen DPP PKB, M Hasanuddin Wahid.

"PKB protes keras karena Kh Hasyim Asy'ari gak tertulis dalam kamus sejarah indonesia terbitan dari dirjen kebudayaan kemendikbud, sementara Abu Bakar Ba'asyir yang ditahan negara malah ada," kata Hasanuddin Wahid kepada wartawan, Senin (19/4/2021).

Menurut Cak Udin sapaan akrabnya, Kiai Hasyim yang notabene pahlawan nasional sekaligus pendiri Ormas NU tak diakui, justru tokoh yang dianggap penyokong radikalisme malah mendapat tempat di buku terbitan Kemendikbud. Dia pun menganggap, ada yang aneh dengan Kemendikbud hari ini.

"Sungguh akan menjadi pengkaburan sejarah dan berbahaya bagi pengetahuan generasi muda Indonesia karena dicekoki oleh buku yang tampak tuna sejarah," ujar Cak Udin. 

PKB, kata Cak Udin pun meminta agar Dirjen Kebudayaan tak menerbitkan kamus sejarah tersebut. "Tidak menerbitkan buku-buku yang tidak otoritatif, seperti buku kamus sejarah di atas,"  kata dia.  

Editor: Ainun Najib

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut