Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Gus Yahya: RI Bisa Manfaatkan Board of Peace untuk Dorong Perdamaian AS-Israel dan Iran
Advertisement . Scroll to see content

KH Maruf Amin Sampaikan Sambutan dalam Silaturahmi NU di Makkah

Sabtu, 18 Agustus 2018 - 15:29:00 WIB
KH Maruf Amin Sampaikan Sambutan dalam Silaturahmi NU di Makkah
Rais Aam PBNU KH Maruf Amin. (Foto: SINDOnews)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Maruf Amin menyampaikan sambutan dalam acara Silaturahmi NU Sedunia Ke-17 di Makkah, Arab Saudi. Acara tersebut digelar oleh Pengurus Cabang (PC) NU Arab Saudi.

Dalam sambutannya, KH Maruf Amin menyampaikan berbagai hal mengenai pentingnya bagi Nahdlatul Ulama untuk mengisi dan mengambil peran dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 mendatang. Salah satunya, PBNU memberikan dukungan penuh kepada kadernya menjadi calon wakil presiden (cawapres) mendampingi calon presiden (capres) petahana Joko Widodo (Jokowi).

"PBNU menyepakati, siapa saja di antara pengurus NU yang diminta, dipilih, untuk mendampimngi Presiden Jokowi, maka NU akan mendukung siapa pun dan akan membantu termasuik kalau yang diperlukan (dipilih) adalah rais aam. Karena (NU) ingin memberikan yang terbaik bagi bangsa dan negara," kata KH Maruf Amin yang juga cawapres pendamping Jokowi pada Pilpres 2019, disiarkan langsung iNews dari Makkah, Arab Saudi, Sabtu (18/8/2018).

Menurut KH Maruf, ketika dipilih menjadi cawapres maka dia harus menerima sebagai bentuk pengabdian untuk bangsa dan negara. Hal itu menjadi bagi dari perencanaan NU yang harus mendunia, tidak hanya besar sebagai ormas Islam di Tanah Air.

"Inilah komitmen, tanggung jawab NU terhadap bangsa dan negara. Ketika saya dipilih, PBNU siap dan akan mengerahkan warganya se-Indonesia untuk mendukung pasangan yang ada di dalamnya wakil dari NU. Saya hanya menyerah saja, menerima saja. Kalau dilarang, saya tidak menerima tapi NU memnita diambil saja daripada diambil orang lain," katanya.

Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) ini mengatakan, NU saat ini berada di pengujung 100 tahun pertama. Menurutnya, NU pada 100 kedua sudah harus tinggal landas.

"Tiap awal 100 tahun ada pembaharu. Pembaharu ini tidak diletakkan pada orang per orang tapi pada gerakan, yaitu gerakan pembaruan NU. Tidak merubah ajaran tapi langkah dan gerakannya agar dahsyat. Karenanya penyiapan landasan 100 tahun kedua ini, NU tinggal landas cepat untuk kepentingan dunia," katanya.

Dalam kesempatan tersebut, KH Maruf juga menyampaikan bahwa Islam Nusantara adalah Islamnya warga NU. Pada periode 100 tahun kedua nanti, NU harus memelopori gerakan untuk meng-NU-kan dunia. Di antara tugas-tugas NU adalah menjaga umat dari akidah yang menyimpang dan banyak terjadi di mana-mana.

Editor: Dony Aprian

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut