Kisah Dewi Sartika Gemparkan Cicalengka Bandung saat Berusia 10 Tahun, Ada Apa?

Sindonews, Nanang Sobirin ยท Sabtu, 20 Agustus 2022 - 05:51:00 WIB
Kisah Dewi Sartika Gemparkan Cicalengka Bandung saat Berusia 10 Tahun, Ada Apa?
Raden Dewi Sartika yang lahir di Bandung, 4 Desember 1884 merupakan tokoh perintis pendidikan untuk kaum perempuan. (Foto: Istimewa)

JAKARTA, iNews.id - Raden Dewi Sartika yang lahir di Bandung, 4 Desember 1884 merupakan tokoh perintis pendidikan untuk kaum perempuan. Kemampuannya mendidik bahkan sudah terlihat sejak masih anak-anak.

Dewi Sartika merupakan putri dari suami-istri Raden Somanagara dan Raden Ayu Rajapermas. Waktu menjadi patih di Bandung, Somanegara pernah menentang pemerintah Hindia Belanda.

Dewi Sartika dilahirkan dari keluarga priyayi Sunda. Meskipun bertentangan dengan adat waktu itu, ayah-ibunya bersikukuh menyekolahkan Dewi Sartika di sekolah Belanda. Setelah ayahnya wafat, Dewi Sartika diasuh oleh pamannya (kakak ibunya) yang menjadi patih di Cicalengka.

Oleh pamannya itu, dia mendapatkan pengetahuan mengenai kebudayaan Sunda, sementara wawasan kebudayaan Barat didapatkannya dari seorang nyonya Asisten Residen berkebangsaan Belanda. Sedari kecil, Dewi Sartika sudah menunjukkan bakat pendidik dan kegigihan untuk meraih kemajuan.

Sambil bermain di belakang gedung kepatihan, dia sering memperagakan praktik di sekolah, belajar baca-tulis, dan bahasa Belanda kepada anak-anak pembantu di kepatihan. Papan bilik kandang kereta, arang, dan pecahan genting dijadikannya alat bantu belajar.

Waktu itu, Dewi Sartika baru berumur sekitar sepuluh tahun ketika Cicalengka digemparkan oleh kemampuan baca-tulis dan beberapa patah kata dalam bahasa Belanda yang ditunjukkan oleh anak-anak pembantu kepatihan. Gempar karena waktu itu belum ada anak (apalagi anak rakyat jelata) yang memiliki kemampuan seperti itu, dan diajarkan oleh seorang anak perempuan.

Editor : Rizal Bomantama

Bagikan Artikel:







Lokasi Tidak Terdeteksi

Aktifkan untuk mendapatkan berita di sekitar Anda