Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : 19 Jembatan Merah Putih Presisi Diresmikan, Permudah Akses Anak Sekolah hingga Petani
Advertisement . Scroll to see content

Kisah Haru Pegawai SPPG Tanti Bujuk Ortu yang Tolak MBG demi Lihat Senyum Anak-Anak

Senin, 19 Januari 2026 - 20:25:00 WIB
Kisah Haru Pegawai SPPG Tanti Bujuk Ortu yang Tolak MBG demi Lihat Senyum Anak-Anak
Pegawai SPPG di Paseban, Jakarta Pusat bernama Tanti Suhermayani (55) rela membujuk orang tua yang tolak MBG demi melihat senyuman anak. (Foto: Badan Komunikasi Pemerintah)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id – Pegawai Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Paseban, Jakarta Pusat bernama Tanti Suhermayani (55) sehari-hari hanya bekerja sebagai pencuci ompreng program Makan Bergizi Gratis (MBG). Namun, ia mengaku tak tega melihat ada sejumlah anak yang tak ikut menikmati makan siang gratis karena kekhawatiran orang tua.

Tanti, yang akrab disapa Mama Amel, pun membujuk orang tua siswa tersebut agar mengizinkan anaknya menyantap MBG. Bahkan, anak tersebut meminta tolong langsung kepadanya agar berbicara dengan orang tuanya.

“Waktu saya ke sekolahan tuh, anak-anak saya tuh semua pada makan ya. Terus ada tiga orang anak di luar. Terus saya tanya, ‘kenapa nggak masuk, nggak ikut makan?’ Terus anaknya geleng kepala. Katanya, ‘saya nggak boleh sama mama,’” ucap Tanti dalam wawancara “Sinergi Indonesia” Badan Komunikasi Pemerintah RI, dikutip Senin (19/1/2026).

Tanti mengaku peristiwa itu membuat hatinya terenyuh. Salah satu anak bahkan menangis dan memeluknya erat, meminta agar Tanti menyampaikan kepada orang tuanya supaya ia diperbolehkan ikut menyantap MBG bersama teman-temannya.

“Dia bilang, ‘tolong Mama Amel, saya pengin banget makan MBG.’ Terus dia nangis di pelukan saya,” ujar Tanti.

Keesokan harinya, Tanti berusaha menemui orang tua siswa tersebut. Upaya itu tidak langsung berhasil. Ia bahkan sempat menyampaikan kegundahannya kepada guru di sekolah. Dari sana, Tanti mengetahui bahwa larangan tersebut berasal dari kekhawatiran orang tua terhadap keamanan makanan MBG.

Tak menyerah, Tanti akhirnya bertemu langsung dengan salah satu orang tua. Ia berbicara dengan tenang dan menjelaskan proses masak hingga distribusi MBG, termasuk soal kebersihan, kandungan gizi, serta berbagai faktor yang kerap disalahpahami sebagai penyebab keracunan makanan.

“Saya coba jelasin kalau kejadian keracunan itu banyak faktornya,” kata Tanti.

 “Ya, memang sih bisa dari makanan. Tapi kan bisa juga dari wadah omprengnya, mungkin dicucinya nggak bersih atau nggak kering. Kalau basah, makanan bisa terkontaminasi bakteri,” jelasnya.

Sebagai pegawai SPPG yang tidak hanya terlibat dalam pencucian ompreng, Tanti juga ikut andil dalam proses memasak dan pengantaran makanan. Karena itu, ia yakin proses penyajian MBG selalu dilakukan dengan standar kesehatan dan kebersihan yang terukur sesuai ketentuan Badan Gizi Nasional (BGN).

Pendekatan personal tersebut akhirnya membuahkan hasil. Keesokan harinya, anak tersebut diizinkan makan paket MBG di sekolah. Anak itu bahkan menghampiri Tanti dan mengucapkan terima kasih.

“Dia bilang, ‘Mama Amel, makasih.’ Saya terharu banget,” katanya.

Bagi Tanti, kejadian tersebut menjadi pengalaman yang tak terlupakan. Meski bekerja di balik layar program MBG, ia merasa terpanggil untuk memastikan tidak ada anak yang merasa tersisih hanya karena kekhawatiran yang belum terjawab.

Editor: Puti Aini Yasmin

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut