Kisah Inspiratif Marsekal Hadi dalam Buku Anak Sersan Jadi Panglima
Hadi lahir bukan dari kalangan berada. Ayahnya prajurit TNI AU yang terakhir berpangkat sersan mayor. Berjualan donat dilakukan Hadi sekitar 1976-1977 atau saat dia berusia 14 hingga 15 tahun. Banting tulang itu demi membantu ekonomi keluarga.
"Saya kira karena sosoknya (Hadi) menarik sehingga dalam mewawancara itu saya mendapat feed back yang luar biasa. Misalnya saya wawancara Pak Bambang Sudarto (ayah Marsekal Hadi), itu banyak sekali hal-hal yang digali tidak ada habisnya," ungkapnya.
Tak hanya dari sisi keluarga, dalam buku ini Eddy juga menceritakan bagaimana perjalanan karier alumnus Akademi Angkatan Udara 1986 ini. Berbagai jabatan pernah diemban jenderal kelahiran Malang, 8 November 1983 itu.
Kendati demikian, karier itu tak dilalui dengan mulus. Di lingkungan TNI, Hadi pernah diremehkan, dipandang sebelah mata, dipinggirkan, dan jarang diberi kepercayaan untuk memegang peran strategis. Bahkan, Hadi pernah digosipkan sebagai penerbang yang gagal.
Namun Tuhan berkehendak lain. Berbekal ketekunan dan kegigihan, jabatan-jabatan strategis pernah dipegangnya. Semua tanggung jawab itu dilaksanakan dengan baik. Puncaknya adalah ketika lulusan sekolah penerbang pada 1987 ini dilantik Presiden Joko Widodo sebagai Panglima TNI.