Kisah Jenderal TNI Bikin Soeharto Marah, Akhirnya Dicopot dari Panglima
"Ketika saya angkat masalah anak-anak itu, Pak Harto berhenti bermain, masuk kamar tidur dan meninggalkan saya di kamar biliar," kata Benny kepada Brigjen (Purn) Ben Mboi saat itu.
Memasuki dekade 1980-an, bisnis anak-anak Soeharto memang berkembang pesat dan merambah berbagai sektor. Mereka bahkan disebut ikut mencampuri urusan pengadaan alat utama sistem senjata (alutsista) ABRI. Benny beberapa kali menolak keterlibatan tersebut.
Rekan Benny, Jusuf Wanandi, mengungkapkan Ali Moertopo juga resah dengan perkembangan bisnis keluarga Soeharto. Ali, yang saat itu menjabat Menteri Penerangan dalam Kabinet Pembangunan III, meminta Jusuf menyampaikan persoalan tersebut kepada Benny.
Pencopotan Benny dari jabatan Panglima ABRI juga dinilai terbilang tidak lazim. Pergantian tersebut dilakukan kurang dari sepekan sebelum Sidang Umum MPR. Soeharto untuk pertama kalinya mengganti Panglima ABRI di tengah masa jabatan, padahal Benny belum memasuki masa pensiun.
Pada umumnya, pergantian Panglima ABRI dilakukan bersamaan dengan pelantikan kabinet. Kedudukan Panglima ABRI saat itu setara dengan menteri, dengan masa jabatan yang biasanya berlangsung selama lima tahun.
Pada akhirnya, posisi Panglima ABRI diserahkan kepada Jenderal (Purn) Try Sutrisno.
Editor: Reza Fajri