Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Gempa Kuat Guncang Meksiko, Konpers Presiden Ditunda gegara Alarm Seismik Berbunyi
Advertisement . Scroll to see content

Kisah Letusan Dahsyat Gunung Rokatenda 93 Tahun Silam, Picu Gempa Besar dan Tsunami

Rabu, 04 Agustus 2021 - 12:22:00 WIB
Kisah Letusan Dahsyat Gunung Rokatenda 93 Tahun Silam, Picu Gempa Besar dan Tsunami
Gunung Rokatenda di Pulau Palue, NTT. Gunung ini pernah meletus dahsyat pada 4-25 Agustus 1928 yang memicu gempa dan tsunami besar. (Foto: BNPB/Magma Indonesia).
Advertisement . Scroll to see content

Dilihat dari sisi periode letusan, hal tersebut terjadi antara 1972 dan 1973 atau periode letusan terpendek. Kedua peristiwa pada tahun tersebut berupa letusan abu. Sedangkan periode letusan terpanjang, tercatat 35 tahun yaitu terjadi antara tahun 1928 dan 1963. 

Karateristik aktivitas vulkanik Gunung Rokatenda bersifat efusif dan eksplosif. Aktivitas tersebut berpotensi menghasilkan lava dan piroklastik. 

PVMBG telah mengidentifikasi potensi bahaya dengan memetakan kawasan rawan bencana (KRB) Gunung Rokatenda. KRB gunung api adalah kawasan yang pernah terlanda atau teridentifikasi berpotensi terancam bahaya erupsi gunung api baik secara langsung maupun tidak langsung

Misalnya, KRB III Gunung Rokatenda merupakan kawasan yang berpotensi terlanda awan panas, apabila gunung ini meletus kembali dengan jenis dan tipe erupsi yang relatif identik dengan erupsi-erupsi sebelumnya. Kawasan yang berpotensi terlanda yaitu mengarah ke bagian barat daya dan timur dengan jarak luncur maksimum hingga jarak 1,5 sampi dengan 1,75 km dari pusat erupsi. 

Ilustrasi tsunami. (Foto: Sindonews)
Ilustrasi permukiman hancur diterjang tsunami. (Foto: Sindonews)

Berikutnya, potensi adanya aliran dan guguran lava yang mengarah ke sekitar puncak atau di dalam kawah Rokatenda. Apabila erupsinya membesar, kemungkinan lava akan mengalir lebih jauh dari pusat erupsi dan cenderung akan mengalir ke sektor barat daya dan timur dengan jarak jangkau maksimum 1 sampai dengan 1,5 km dari pusat erupsi.
 
“KRB III juga berpotensi terjadi material lontaran dan hujan abu lebat. Rekomendasi PVMBG apabila terjadi erupsi besar, radius sektoral sebaran material lontaran batu pijar berukuran lebih dari 6 cm, dan hujan abu lebat hingga radius 2 km dari pusat erupsi,” tutur Muhari. 

Gunung api di Pulau Palue atau di utara Pulau Flores ini berada di wilayah administrasi Kecamatan Awa, Kabupaten Sikka, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Pulau Palue memiliki luas 41 km persegi atau 2,37 persen dari luas wilayah Kabupaten Sikka. Populasi penduduk pulau berjumlah 9.442 jiwa yang tersebar di 6 desa.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut