Kisah Nabi Yusuf AS yang Patut Diteladani dari Kesabaran Menghadapi Kezaliman
Mereka pun menjual Yusuf kepada saudagar kaya di Mesir hingga akhirnya diangkat menjadi anak. Saudagar kaya tersebut merawat Yusuf dengan baik sehingga membuat Yusuf tumbuh menjadi pemuda tampan.
Ketampanan wajah Nabi Yusuf bahkan membuat ibu angkatnya tergoda untuk mengajaknya berbuat sesak. Namun, Nabi Yusuf tidak tergoda dan memanjatkan doa.
Arab: قَالَ رَبِّ السِّجْنُ اَحَبُّ اِلَيَّ مِمَّا يَدْعُوْنَنِيْٓ اِلَيْهِ ۚوَاِلَّا تَصْرِفْ عَنِّيْ كَيْدَهُنَّ اَصْبُ اِلَيْهِنَّ وَاَكُنْ مِّنَ الْجٰهِلِيْنَ
Latin: Qāla rabbis-sijnu aḥabbu ilayya mimmā yad‘ūnanī ilaih(i), wa illā taṣrif ‘annī kaidahunna aṣbu ilaihinna wa akum minal-jāhilīn(a).
Artinya: (Yusuf) berkata, “Wahai Tuhanku, penjara lebih aku sukai daripada memenuhi ajakan mereka. Jika Engkau tidak menghindarkan tipu daya mereka dariku, niscaya aku akan cenderung untuk (memenuhi keinginan mereka) dan tentu aku termasuk orang-orang yang bodoh.”