Kisah Putri Petani Sayur Diterima Perguruan Tinggi Tanpa Biaya

Neneng Zubaidah ยท Sabtu, 24 Juli 2021 - 20:03:00 WIB
Kisah Putri Petani Sayur Diterima Perguruan Tinggi Tanpa Biaya
Diah Ayuning Tyas diterima di program studi Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Yogyakarta (Foto laman UNY).

JAKARTA, iNews.id - Pemerintah melalui Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah membuka kesempatan kepada anak yang memiliki potensi akademik baik dari keluarga tidak mampu untuk bisa kuliah di perguruan tinggi. Melalui KIP Kuliah ini maka lulusan SMA, SMK ataupun sederajat ini bisa melanjutkan kuliah sehingga dapat berkontribusi bagi bangsa dan juga meningkatkan taraf ekonomi keluarganya.

Salah satu mahasiswa yang mendapatkan KIP Kuliah adalah Diah Ayuning Tyas yang diterima di program studi Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) melalui jalur Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) tahun 2021.

Perjuangan Ayu, demikian panggilan akrabnya, untuk masuk kampus yang berpusat di Kabupaten Sleman, DIY ini juga tidak mudah karena sebelumnya dia berkeinginan agar diterima sebagai salah satu mahasiswa program kedinasan.

Namun ketika menginjak kelas XII gadis kelahiran Kulon Progo 25 Mei 2003 tersebut berubah pikiran karena program kedinasan tersebut tidak dibuka pada tahun 2020 lalu. Apalagi didukung kekhawatiran orang tuanya apabila setelah diterima bekerja ditempatkan di luar Jawa.

“Akhirnya saya memilih mendaftar di universitas” kata Ayu dilansir dari laman resmi UNY," Sabtu (24/7/2021).

Sejak Ayu duduk di kelas XI sistem pembelajaran di sekolahnya berubah menjadi online akibat pandemi Covid-19. Hal ini juga menyebabkan perjuangan Ayu semakin berat karena perlu belajar ekstra untuk memahami materinya.

Selain nilai rapor, warga Padukuhan 1 Bugel Panjatan Kulon Progo tersebut juga mempunyai prestasi sebagai Juara 2 Kejuaraan Softball tingkat Provinsi DIY dan Juara 2 Baseball tingkat Kabupaten Kulon Progo dengan nilai rerata rapor 81,3.

Pada saat SNMPTN, alumni SMAN 2 Wates Kulon Progo tersebut memilih prodi Manajemen sebagai pilihan pertamanya. “Saat pengumuman hasil beberapa waktu lalu saya tidak berani melihat karena sudah pesimis duluan,” katanya.

Editor : Faieq Hidayat

Halaman : 1 2