Kisah Zubir Said, Pencipta Lagu Kebangsaan Singapura yang Berasal dari Bukittinggi
Dari kisah Zubir Said di atas diketahui bahwa terdapat sekitar 1.500 lagu yang ditulis oleh Zubir pada saat itu. Hanya saja, tidak semua lagu tersebut dipublikasikan. Hal ini terjadi karena ia lebih tertarik pada seni dan mengajar seniman-seniman muda tentang seni musik daripada mengejar finansial atas hasil karya musiknya.
Selain itu, Zubir memiliki jiwa sosial yang tinggi. Hal tersebut terlihat dari sosoknya yang tidak pernah melupakan keluarganya di Indonesia, ia sangat sering membantu keluarga kandungnya di Sumatera dan keluarga yang mengadopsinya di Singapura dengan mengirimkan obat-obatan dan berbagai macam bantuan lainnya. Padahal pada saat itu, beliau bukanlah seorang yang lebih dari cukup.
Bagi Zubir, uang dan harta bukanlah prioritas hidupnya meskipun uang memang hal vital yang dibutuhkan oleh setiap keluarga di mana pun. Namun, ia yakin bahwa bisa bertahan menghidupi keluarganya dengan mengajar dan menulis lagu saja.
Jujur dalam bekerja, termasuk mengutamakan keorisinilan dalam berkarya adalah sebuah prinsip utama yang selalu Zubir terapkan. Zubir Said pun mengembuskan napas terakhir di usia 80 tahun pada 16 November 1987 di Joo Chiat Place, Singapura.
Zubir Said meninggal karena mengidap penyakit kuning. Zubir meninggalkan seorang istri dan lima orang anak. Adapun, karya lagu di antaranya adalah Sang Rembulan, Sayang Disayang, Cinta, Selamat Berjumpa Lagi, Nasib Malang, Anak Daro, Setangkai Kembang Melati dan Kumang dan Rama-Rama.