Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Dana Operasional SPPG untuk Program MBG Tak Cair, BGN Beberkan 3 Penyebabnya
Advertisement . Scroll to see content

Klaim Kepala BGN, Selamatkan APBN Rp44 Triliun dari Pemborosan MBG dalam 100 Hari Kerja

Kamis, 29 Oktober 2026 - 11:59:00 WIB
Klaim Kepala BGN, Selamatkan APBN Rp44 Triliun dari Pemborosan MBG dalam 100 Hari Kerja
Kepala BGN Sudaryono mengklaim berhasil menyelamatkan anggaran MBG hingga Rp44 triliun melalui pembenahan tata kelola dan pengetatan biaya operasional. (Foto: Rohman Wibowo )
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono mengklaim berhasil menyelamatkan anggaran negara hingga Rp44 triliun dalam 100 hari pertama masa kerjanya. Penghematan tersebut dilakukan melalui pembenahan anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG), mulai dari pengembalian dana ke kas negara hingga pengetatan biaya operasional dapur.

Sudaryono mengatakan, langkah awal dilakukan dengan mengevaluasi pagu anggaran BGN yang sebelumnya ditetapkan sebesar Rp268 triliun. Setelah dihitung ulang, BGN dinilai hanya membutuhkan anggaran Rp229 triliun sehingga sebagian dana dikembalikan ke kas negara.

"Dari alokasi awal Rp268 triliun untuk BGN, setelah kami hitung ulang ternyata kami cukup dengan Rp229 triliun, sehingga Rp38 triliun dari anggaran gelondongan tersebut langsung kami kembalikan ke kas negara," ujar Sudaryono dalam acara evaluasi BGN di Jakarta, Kamis (29/10/2026).

Selain mengevaluasi pagu anggaran, BGN juga mengubah skema pembayaran insentif bagi dapur penyedia makanan MBG. Sebelumnya, insentif ditetapkan secara tetap sebesar Rp6 juta per hari tanpa mempertimbangkan jumlah porsi yang disalurkan.

Menurut Sudaryono, skema tersebut berpotensi menimbulkan pemborosan karena insentif yang sama diberikan kepada dapur dengan kapasitas produksi berbeda. Padahal, alokasi Rp15.000 per porsi terdiri atas Rp10.000 untuk bahan baku, Rp3.000 untuk operasional, dan Rp2.000 untuk insentif.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut