Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Mentan Amran Targetkan Produksi Beras 34 Juta Ton pada 2027, Jaga Keberlanjutan Swasembada
Advertisement . Scroll to see content

Komisi IV DPR Aklamasi Apresiasi Keberhasilan Swasembada 8 Komoditas Pangan

Rabu, 02 September 2026 - 14:37:00 WIB
Komisi IV DPR Aklamasi Apresiasi Keberhasilan Swasembada 8 Komoditas Pangan
Ketua Komisi IV DPR Siti Hediati Hariyadi atau Titiek Soeharto saat rapat kerja bersama Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Selasa (1/9/2026). (Foto: Istimewa)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Komisi IV DPR memberikan apresiasi kepada Kementerian Pertanian (Kementan) atas keberhasilan Indonesia mencapai swasembada delapan komoditas pangan strategis. Apresiasi tersebut disampaikan dalam rapat kerja bersama Menteri PertanianAndi Amran Sulaiman, Selasa (1/9/2026).

Ketua Komisi IV DPR Siti Hediati Hariyadi atau akrab disapa Titiek Soeharto mengatakan capaian tersebut menunjukkan keberhasilan Kementan dalam meningkatkan produksi pangan nasional hingga mampu memenuhi bahkan melampaui kebutuhan dalam negeri.

“Pertama perlu kita berikan apresiasi. Komisi IV memberikan apresiasi kepada Kementerian Pertanian yang telah berhasil merealisasikan swasembada 8 komoditas pertanian,” kata Titiek.

Mentan Andi Amran Sulaiman saat rapat kerja bersama Komisi IV DPR, Selasa (1/9/2026). (Foto: Istimewa)
Mentan Andi Amran Sulaiman saat rapat kerja bersama Komisi IV DPR, Selasa (1/9/2026). (Foto: Istimewa)

Delapan komoditas yang telah mencapai swasembada yakni beras, jagung, gula konsumsi, daging ayam ras, telur ayam ras, bawang merah, cabai besar, dan cabai rawit.

Dalam kesempatan yang sama, Amran menyampaikan apresiasi atas dukungan Komisi IV DPR yang selama ini turut mengawal serta memberikan masukan terhadap berbagai kebijakan di sektor pertanian.

“Terima kasih atas dukungannya. Semua capaian ini bukan semata Kementan, tapi dukungan luar biasa Ibu Ketua, Wakil Ketua, seluruh Komisi IV DPR RI. Hampir mustahil kita capai semua ini tanpa Bapak Ibu semua yang memberi support luar biasa, memberi masukan,” ungkap Amran.

Menurut Amran, keberhasilan mencapai swasembada delapan komoditas tersebut merupakan hasil kerja bersama pemerintah pusat, DPR, pemerintah daerah, petani, penyuluh, serta seluruh pemangku kepentingan di sektor pertanian.

“Ini luar biasa. Alhamdulillah dari 11 komoditas strategis ada 8 yang sudah swasembada,” ujar Amran.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto dalam Pidato Presiden pada Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR dan DPD, Jumat (14/8/2026), menyampaikan Indonesia telah mencapai swasembada delapan komoditas pangan strategis pada 2026. Capaian tersebut terjadi lebih cepat dari target awal pemerintah.

Berdasarkan neraca pangan 2026, produksi beras diproyeksikan mencapai 34,77 juta ton, lebih tinggi dibandingkan kebutuhan nasional sebesar 31,10 juta ton. Sementara produksi jagung diperkirakan mencapai 18 juta ton, sedangkan kebutuhan nasional berada di angka 16,44 juta ton.

Produksi gula konsumsi juga diproyeksikan mencapai 3,04 juta ton, melampaui kebutuhan nasional sebesar 2,84 juta ton. Di sektor peternakan, produksi daging ayam ras diperkirakan mencapai 4,90 juta ton, dibandingkan kebutuhan sekitar 4,02 juta ton.

Sementara itu, produksi telur ayam ras mencapai sekitar 6,99 juta ton, lebih tinggi dari kebutuhan nasional sebesar 6,47 juta ton.

Pada komoditas hortikultura, produksi cabai besar diproyeksikan mencapai 1,52 juta ton, jauh di atas kebutuhan nasional sebesar 929 ribu ton. Cabai rawit juga mencatat produksi sekitar 1,51 juta ton, dibandingkan kebutuhan 914 ribu ton.

Adapun produksi bawang merah diproyeksikan mencapai 1,32 juta ton, sedikit lebih tinggi dibandingkan kebutuhan nasional yang berada di kisaran 1,25 juta ton.

Secara agregat, delapan komoditas tersebut diproyeksikan menghasilkan sekitar 72,91 juta ton, sedangkan kebutuhan nasional mencapai sekitar 68,22 juta ton. Dengan demikian, terdapat surplus sekitar 4,69 juta ton.

Capaian tersebut menunjukkan adanya peningkatan kapasitas produksi pangan nasional yang tidak hanya diarahkan untuk memenuhi kebutuhan domestik, tetapi juga menciptakan surplus sebagai cadangan dalam menghadapi gejolak pangan global maupun dampak perubahan iklim.

Editor: Rizky Agustian

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut