Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Erupsi Anak Krakatau Ganggu Penerbangan, Imigrasi Beri Izin Tinggal Darurat ke WNA
Advertisement . Scroll to see content

Komisi XIII DPR RI Datangi Imigrasi Soekarno-Hatta, Dorong Penguatan Pencegahan TPPO

Rabu, 09 September 2026 - 15:50:00 WIB
Komisi XIII DPR RI Datangi Imigrasi Soekarno-Hatta, Dorong Penguatan Pencegahan TPPO
Komisi XIII DPR RI melaksanakan Kunjungan Kerja Spesifik ke Kantor Imigrasi Kelas 1 Khusus TPI Soekarno-Hatta pada Rabu (9/9/2026). (Foto: Dok. Imigrasi)
Advertisement . Scroll to see content

TANGERANG, iNews.id - Komisi XIII DPR RI melaksanakan Kunjungan Kerja Spesifik ke Kantor Imigrasi Kelas 1 Khusus TPI Soekarno-Hatta pada Rabu (9/9/2026), sebagai bagian dari fungsi pengawasan terhadap pelaksanaan tugas keimigrasian. Kunjungan yang dipimpin Ketua Komisi XIII DPR RI, Willy Aditya, berfokus pada penguatan pencegahan Tindak Pidana Perdagangan Orang atau TPPO, penegakan hukum, serta peningkatan kualitas pelayanan bagi masyarakat.

Hadir dalam kunjungan tersebut Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Daerah Khusus Jakarta, Pamuji Raharja, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Banten, Barron Ichsan, serta jajaran pimpinan Unit Pelaksana Teknis Keimigrasian sewilayah Daerah Khusus Jakarta.

Dalam pemaparannya kepada Komisi XIII DPR RI, Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Soekarno-Hatta, Gali P. Kartika Perdhana, menjelaskan upaya pencegahan TPPO dari tingkat masyarakat hingga pemeriksaan keberangkatan. 

Imigrasi Soekarno-Hatta telah membentuk tiga Desa Binaan Imigrasi di Kelurahan Pegadungan, Cengkareng Timur, dan Duri Kosambi sebagai sarana edukasi masyarakat mengenai TPPO. Tindak Pidana Penyelundupan Manusia, serta Pekerja Migran Nonprosedural.

Pada aspek pencegahan, Imigrasi Soekarno-Hatta mencatat 45 pembatalan penerbitan paspor RI yang diduga terkait TPPO, terdiri atas 38 kasus pada 2025 dan 7 kasus pada 2026.

Selain itu, sebanyak 2.922 calon penumpang ditunda keberangkatannya karena diduga terindikasi TPPO, terdiri atas 1.903 orang pada 2025 dan 1.019 orang pada 2026. Penegakan hukum juga dilakukan melalui penyelesaian 5 perkara Pro Justitia dan 3 Tindakan Administratif Keimigrasian.

Galih turut menyampaikan capaian internasional yang diraih Imigrasi Soekarno-Hatta dengan masuk dalam Top 10 Best Airport Immigration Services pada ajang Skytrax World Airport Awards 2025 dan 2026. Capaian tersebut mendapat apresiasi dari Ketua Komisi XIII DPR RI, Willy Aditya.

"Capaian Imigrasi Soekamo-Hatta yang masuk dalam 10 besar pelayanan keimigrasian terbaik dunia versi Skytrax merupakan pencapaian yang luar biasa. Ini harus terus dipertahankan dan ditingkatkan. Semangat Imigrasi untuk Rakyat juga harus benar benar diwujudkan melalui pelayanan yang berdampak dan kolaborasi yang kuat. Imigrasi adalah penjaga Indonesia, yang menjaga marwah negara melalui pelayanan dan pelaksanaan tugas keimigrasian," ujar Willy.

Komisi XIII DPR RI juga mendorong penguatan sistem pencegahan TPPO dan TPPM yang terintegrasi dari hulu hingga hilir melalui pemanfaatan data permohonan paspor, profiling, penerbangan dan perlintasan, informasi intelijen, serta tindak lanjut penegakan hukum.

Tempat Pemeriksaan Imigrasi Soekarno-Hatta juga didorong memperkuat perannya sebagai benteng terakhir pencegahan TPPO melalui deteksi dini, pemeriksaan terhadap penumpang berisiko, serta tindak lanjut atas penundaan keberangkatan.

"Dorongan Komisi XIII DPR RI menjadi penguatan bagi kami untuk terus meningkatkan pencegahan TPPO, kualitas pelayanan, pengawasan, dan penegakan hukum agar masyarakat memperoleh perlindungan, kemudahan, serta kepastian hukum," ujar Galih.

Imigrasi Soekarno-Hatta berkomitmen terus meningkatkan kualitas pelayanan dan pengawasan keimigrasian agar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus mendukung keamanan dan kedaulatan negara. Komitmen tersebut menjadi bagian dari semangat Imigrasi untuk Rakyat.

Editor: Puti Aini Yasmin

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut