Komunitas Relawan Jokowi Kini Berubah Jadi TUI

iNews.id ยท Selasa, 03 Desember 2019 - 11:15 WIB
Komunitas Relawan Jokowi Kini Berubah Jadi TUI

Peluncuran Trisakti Untuk Indonesia (TUI) di Jakarta, Senin (2/12/2019). (Foto: Istimewa)

JAKARTA, iNews.id – Tugas para relawan alumni Trisakti Untuk Jokowi (TUJ) dalam membantu memenangkan pasangan Jokowi–Ma’ruf sebagai presiden dan wakil presiden periode 2019-2024 telah lama usai. Kendati demikian, purnatugas itu tak lantas membuat para relawan berhenti mengawal pemerintahaan Jokowi-Ma’ruf.

Para relawan itu kini bertransformasi menjadi Trisakti Untuk Indonesia (TUI). Ini adalah wadah baru bagi para relawan dalam melihat permasalahan yang ada di Indonesia. TUI mengusung visi “membangun sumber daya manusia Indonesia yang berkomitmen terhadap NKRI dan Pancasila”.

Ketua Umum TUI, Muhanto Hatta mengatakan, niat pendirian TUI adalah untuk membangun Indonesia dalam keberagaman dengan menjalankan nilai-nilai yang diberikan oleh Bung Karno. Menurut dia, bangsa Indonesia adalah adalah bangsa yang majemuk dan kaya akan budaya. Kemajemukan itu sejatinya adalah potensi yang bisa dikembangkan untuk memberikan kemakmuran bagi masyarakat bangsa ini.

“Oleh karena itu, kami dari Trisakti Untuk Indonesia hadir dalam pembangunan SDM tapi tidak melupakan nilai-nilai dalam Pancasila serta berkomitmen terhadap NKRI,” ujar Muhanto, Selasa (3/12/2019).

Untuk mencapai hal tersebut, TUI telah menyiapkan sejumlah program untuk dilaksanakan ke depannya. Di antaranya yaitu pemanfaatan media sosial sebagai dasar penggalian isu gerakan serta sebagai sumber untuk melakukan program aksi. Adapun media sosial yang digunakan adalah YouTube channel TUI, dengan publikasi konten melalui Facebook, Instagram, dan juga Twitter.

“Program utama TUI, terbagi menjadi tiga jenis dengan penyajian yang berbeda, yaitu NGOPI bareng Day, Kastem Kultur, dan Ufur Ni’mah,” kata Muhanto.

Dia menjelaskan, Ngobrol Permasalahan Indonesia (NGOPI) bareng Day adalah program yang menghadirkan obrolan ringan mencari solusi, yang dilihat dari sudut pandang orang ketiga. Pada NGOPI bareng Day, host (pembawa acara) berdiskusi langsung dengan masyarakat terkait dengan kebijakan pemerintah.

“Hasil diskusi tersebut kami rangkum menjadi masukan bagi pemerintah dalam mengurai permasalahan dimasyakat. Selain masukan, kami juga bisa membentuk team di lapangan seperti lembaga bantuan atau lembaga penyuluhan,” ucap Muhanto.

Sekjen TUI, Sarah Wijanarko menyampaikan, program Kastem Kultur dari komunitasnya punya tujuan memberikan edukasi kreatif berbasis budaya bangsa Indonesia kepada masyarakat. Dengan program itu, dia berharap TUI bisa membantu para milenial dalam melihat potensi yang mereka punya sehingga bisa berpikir kreatif serta bisa meningkatkan taraf hidup mereka tanpa meninggalkan budaya Indonesia.

Program tersebut diklaimnya dikemas secara cerdas dan ceria, dengan menampilkan host yang eksentrik dan piawai di dunia custom culture, yaitu Ignatius Hendra “Bingky”.

Sementara, Ufur Nim’ah adalah program yang dikemas secara cerdas ceria dan santai, dengan menampilkan host yang menjelajahi setiap sudut lokasi pariwisata di Indonesia. “Selain tips & trik berwisata ke suatu lokasi, program ini juga memberikan informasi lainnya tentang lokasi wisata tersebut, diantaranya tentang sejarah dan perkembangannya. Melalui program ini bisa membantu daerah tersebut dalam melihat potensi yang ada sehingga bisa meningkatkan taraf hidup masyarakat sekitar,” kata Sarah.

Editor : Ahmad Islamy Jamil