Konservasi Prambanan Resmi Dimulai, 224 Candi Perwara Jadi Prioritas
Direktur Utama PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney, Maya Watono, menilai kolaborasi Indonesia dan India menunjukkan bahwa pelestarian warisan budaya dapat berjalan beriringan dengan pengembangan sektor pariwisata.
"Momentum ini menjadi bagian dari upaya memperkuat nation branding Indonesia sebagai destinasi budaya kelas dunia yang mampu mengelola warisan budaya secara berkelanjutan melalui kemitraan internasional. Kami optimistis kolaborasi ini akan meningkatkan daya tarik Indonesia, khususnya di pasar India yang memiliki penduduk sekitar 1,4 miliar jiwa, sekaligus mendorong pertumbuhan inbound tourism berkualitas," ujar Maya.
Dia menambahkan, pelestarian warisan budaya diharapkan dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat sekitar melalui terciptanya lapangan kerja, berkembangnya UMKM dan ekonomi kreatif, serta meningkatnya kesejahteraan di kawasan destinasi wisata.
Senada dengan itu, Direktur Utama InJourney Destination Management, Febrina Intan, mengatakan Candi Prambanan kini memiliki peran yang lebih luas setelah ditetapkan sebagai pusat rumah ibadah umat Hindu Indonesia dan dunia pada 2022. Kawasan tersebut tidak lagi hanya dipandang sebagai objek wisata maupun situs arkeologi, tetapi juga menjadi ruang diplomasi budaya, spiritualitas, pendidikan, dan kerja sama internasional.
Dia juga optimistis proyek konservasi akan memperkuat daya tarik Candi Prambanan di mata wisatawan mancanegara, terutama dari India yang memiliki kedekatan sejarah dan budaya dengan Indonesia.