Konsumsi Susu RI Masih 17,76 Liter per Kapita, Tertinggal dari Malaysia hingga Vietnam
Selain itu, pemerintah juga melihat adanya peluang peningkatan pasokan susu untuk mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Namun, ia mengakui masih terdapat tantangan dalam pemenuhan kebutuhan susu program tersebut.
Menkes Budi Gunadi Sarankan Minum Susu saat Sahur, Bikin Kenyang Lebih Lama
"Kami menyadari ini masih ada ketertinggalan dalam suplainya mengingat memang selama ini kapasitas filling unit untuk volume yang ditetapkan di MBG ini masih belum sesuai dengan harapan," ujarnya.
Di sisi lain, Direktur Hilirisasi Hasil Peternakan Kementerian Pertanian, Makmun, mengatakan produksi susu dalam negeri saat ini baru mampu memenuhi sekitar 25 persen kebutuhan nasional. Sementara 75 persen sisanya masih bergantung pada impor.
"Ini juga yang menjadi program kita bersama bagaimana meningkatkan jumlah populasi sapi perah di dalam negeri dan yang kemudian peningkatan produktifitasnya," katanya.
Untuk mengurangi ketergantungan impor, pemerintah terus mendorong peningkatan populasi sapi perah serta produktivitas peternak. Saat ini, produktivitas sapi perah di Indonesia masih berada di bawah 20 liter per ekor per hari.
Makmun menargetkan produktivitas tersebut dapat meningkat menjadi di atas 20 liter per hari, bahkan mencapai 25 liter per hari seperti di sejumlah negara produsen susu lainnya.
Editor: Puti Aini Yasmin