Korban Meninggal Erupsi Gunung Semeru Jadi 48 Orang, 9.997 Warga Masih Mengungsi
JAKARTA, iNews.id - Tim SAR gabungan kembali menemukan dua korban meninggal dunia erupsi Gunung Semeru, Jawa Timur. Total korban meninggal dunia menjadi 48 orang.
Plt Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari mengatakan saat ini data jumlah korban kumulatif yang dilakukan rawat jalan di puskesmas dan posko kesehatan berjumlah 2.004 jiwa.
“Sedangkan jumlah korban langsung Gunung Semeru yang masih dirawat ada sebanyak 18 orang, dengan rincian dirawat di RS dr Haryoto (RSDH) sebanyak 12 orang, RS Pasirian (RSP) 2 orang, RS Bhayangkara (RSB) 3 orang, dan dirujuk ke RS Tersier sebanyak 1 orang,” kata pria yang akrab disapa Aam, Selasa (14/12/2021).
Di samping itu, jumlah pengungsi yang menjalani rawat inap ada 12 orang dengan rincian empat orang di RS Penanggal tujuh orang di RSP, dan satu orang di RSDH.
Aam mengatakan saat ini pengungsi yang terdata pada Posko Tanggap Darurat Bencana Erupsi Gunung Semeru berjumlah 9.997 jiwa yang tersebar di 148 titik berbagai wilayah.
Kabupaten Lumajang sebanyak 141 titik dengan jumlah penyintas 9.754 jiwa. Sedangkan terdapat titik pengungsian di wilayah sekitar Kabupaten Lumajang, seperti Kabupaten Malang dua titik dengan 179 jiwa, Kabupaten Probolinggo satu titik dengan 11 jiwa, Kabupaten Blitar satu titik dengan 20 jiwa, dan Kabupaten Jember tiga titik dengan 13 jiwa.
Untuk mempercepat pencarian korban, Tim SAR menurunkan 11 anjing pelacak yang berasal dari Polda Jawa Timur, Mabes Polri, dan Polres Malang dengan kualifikasi dan pengalaman dalam SAR serta bertugas untuk mendeteksi dan mencari lokasi potensial korban.
Sementara itu puluhan alat berat diterjunkan dalam penanganan bencana yang disebabkan awan panas dan guguran erupsi Gunung Semeru ini. Salah satunya untuk membuka jalur jalan nasional antara Lumajang dan Malang tepatnya di Dusun Kamar Kajang saat ini dalam proses perbaikan dan telah mencapai 80 persen.
Bagi masyarakat baik itu pengunjung maupun wisatawan diharapkan tidak beraktivitas dalam radius satu kilometer dari puncak Gunung Semeru dan jarak lima kilometer arah bukaan kawah di sektor tenggara-selatan. Serta mewaspadai awan panas guguran, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai/lembah yang berhulu di puncak Gunung Semeru. Kemudian mewaspadai potensi luncuran di sepanjang lembah jalur awan panas Besuk Kobokan.
Editor: Rizal Bomantama