KPK Bidik Kontraktor Pemberi Uang Suap ke Bupati Lampung Tengah

Richard Andika Sasamu ยท Jumat, 16 Februari 2018 - 20:11 WIB
KPK Bidik Kontraktor Pemberi Uang Suap ke Bupati Lampung Tengah

Bupati Lampung Tengah Mustafa. (Foto: Antara)

JAKARTA, iNews.id - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membidik kontraktor yang diduga memberikan uang‎ Rp900 juta ke Bupati Lampung Tengah Mustafa. Uang tersebut diduga akan digunakan Mustafa untuk menyuap anggota DPRD Lampung Tengah terkait persetujuan pinjaman daerah.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah memastikan bahwa penyidik KPK sudah mengantongi nama kontraktor tersebut. Menurutnya, kontraktor tersebut merupakan rekanan yang sudah sering menggarap proyek-proyek Dinas PUPR Pemkab ‎Lampung Tengah.

"Kontraktornya siapa, tim sudah mengetahui dan kontraktor ini diduga memang sudah mengerjakan sejumlah proyek, jadi sudah biasa kerjakan proyek di Dinas PUPR Lampung Tengah," ujar Febri di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (16/2/2018).

Febri mengatakan bahwa penyidik kini memang sedang mendalami maksud dibalik tujuan kontraktor tersebut memberikan uang sebesar Rp900 juta ke Bupati Mustafa. KPK menduga ada kepentingan lain antara sang kontraktor dengan Bupati Mustafa.

"Nah tentu kami akan mendalami lebih lanjut lagi nanti terkait kepentingan apa, dan relevan dengan uang Rp900 juta apakah dipinjamkan seperti itu saja, atau memang ada hal-hal lain yang dibicarakan bersama (antara kontraktor dan Mustafa)," ungkapnya.

KPK menduga adanya suap untuk anggota DPRD Kabupaten Lampung Tengah untuk menyetujui pinjaman daerah kepada PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) sebesar Rp 300 miliar. Pinjaman itu rencananya akan digunakan untuk pembangunan proyek infrastruktur yang akan dikerjakan Dinas PUPR Kabupaten Lampung Tengah.

Untuk mendapatkan pinjaman, dibutuhkan surat pernyataan yang disetujui atau ditandatangani bersama dengan DPRD sebagai persyaratan MoU dengan PT SMI. Diduga ada permintaan dana Rp1 miliar untuk mendapatkan persetujuan atau tanda tangan surat pernyataan tersebut.

KPK juga telah menetapkan tiga orang tersangka sebelumnya, yaitu Wakil Ketua DPRD Lampung Tengah J Natalis Sinaga, anggota DPRD Lampung Tengah Rusliyanto, dan Kepala Dinas Bina Marga Lampung Tengah Taufik Rahman. Natalis dan Rusliyanto diduga menerima uang dari Taufik.

KPK juga mengamankan uang Rp160 juta dari seorang PNS Pemkab Lampung Tengah dan Rp1 miliar dari seorang pihak swasta. Politikus Partai NasDem itu diduga memberikan arahan soal dana suap kepada DPRD Lampung Tengah itu.

Editor : Zen Teguh