KPK Eksekusi Mantan Dirut Perum Perikanan Indonesia ke Lapas Sukamiskin

Felldy Utama ยท Minggu, 05 Juli 2020 - 14:39 WIB
KPK Eksekusi Mantan Dirut Perum Perikanan Indonesia ke Lapas Sukamiskin

KPK mengeksekusi mantan Direktur Utama Perum Perikanan Indonesia Risyanto Suada ke Lapas Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat, pekan lalu. (Foto: ilustrasi/Antara)..

JAKARTA, iNews id - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengeksekusi terdakwa perkara korupsi mantan Direktur Utama Perusahaan Umum Perikanan Indonesia Risyanto Suanda ke Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Kelas IA Sukamiskin, Jawa Barat. Risyanto akan menjalani hukuman 4,5 tahun penjara dikurangi masa tahanan.

"Pada hari Kamis (2/7/2020) Jaksa Ekseskusi KPK Rusdi Amin telah melaksanakan Putusan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat Nomor 08/Pid.Sus/TPK/2020/ PN. Jkt. Pst tanggal 17 Juni 2020 atas nama terdakwa Risyanto Suanda," kata Pelaksana Tugas Juru Bicara KPK Ali Fikri, Minggu (5/7/2020).

Ali mengatakan, dalam perkara ini Risyanto dinyatakan terbukti bersalah menerima suap 30.000 dolar Amerika Serikat serta gratifikasi 30.000 dolar AS dan 80.000 dolar Singapura. Diduga sebagai pemberi suap yakni Direktur Utama PT Navy Arsa Sejahtera Mujib Mustofa terkait impor hasil perikanan.

Ali menyebutkan, Risyanto juga dikenakan pidana tambahan untuk membayar uang pengganti sejumlah Rp1.244.799.300 selambat-lambatnya 1 bulan setelah putusan pengadilan memperoleh kekuatan hukum tetap.

Dalam hal ini, KPK juga memperhitungkan uang yang telah disetorkan ke rekening KPK yaitu Rp200.000.000,00 dan hasil pelelangan 1 buah tas selempang merk Louis Vuitton warna hitam yang terdapat tulisan RS. Kemudian, 1 buah tas warna merah marun merk Louis Vuitton dalam sarung warna cream bertuliskan Louis Vuitton.

Tidak hanya itu, terdapat pula 1 buah cincin warna silver dengan jumlah mata 8 buah, 1 buah jam tangan merk Frederique Constant Geneve dengan tali kulit warna coklat dalam kotak warna hijau bertuliskan Frederique Constant Geneve.

"Jika dalam waktu tersebut terdakwa tidak membayar uang pengganti, maka harta bendanya disita oleh jaksa dan dilelang untuk menutupi uang pengganti tersebut. Dalam hal Terdakwa (saat itu Terpidana) tidak mempunyai harta benda yang mencukupi untuk membayar uang pengganti maka dipidana penjara selama 1 tahun," kata Ali.

Editor : Zen Teguh