KPK Setor Uang Pengganti dari Terpidana Korupsi Elfin MZ ke Negara Rp1 Miliar

Arie Dwi Satrio ยท Kamis, 24 September 2020 - 10:22 WIB
KPK Setor Uang Pengganti dari Terpidana Korupsi Elfin MZ ke Negara Rp1 Miliar

Plt Jubir KPK Ali Fikri (Foto: iNews/ Riezky Maulana)

JAKARTA, iNews.id - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyetorkan cicilan uang pengganti terpidana mantan Kepala Bidang Pembangunan Jalan dan Jembatan Dinas PUPR Kabupaten Muara Enim, Elfin MZ Muchtar, sebesar Rp1 miliar ke kas negara. Uang itu disetorkan KPK ke kas negara pada Selasa, (22/9/2020).

Uang sebesar Rp1 miliar yang disetorkan ke kas negara itu merupakan cicilan pembayaran ketiga Elfin Muchtar. Sebelumnya, Elfin sudah dua kali menyicil pembayaran uang pengganti masing-masing sebesar Rp300 juta.

"Pada hari Selasa (22/9/2020) Jaksa Eksekusi KPK Andry Prihantono telah melakukan penyetoran uang sejumlah Rp1.000.000.000 ke kas negara sebagai pembayaran uang pengganti cicilan ketiga Terpidana Elfin MZ Muchtar," kata Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri melalui pesan singkatnya, Kamis (24/9/2020).

Ali mengatakan sisa kewajiban Elfin Rp765 juta. Nantinya, setelah diabayarkan uang akan langsung disetorkan ke kas negara.

"Sehingga, tersisa kewajiban uang pengganti Rp765.000.000,00 yang akan terus dilakukan penagihan oleh Jaksa Eksekusi KPK guna memaksimalkan pemasukan kas negara dari hasil pemulihan asset Tipikor," katanya.

Elfin Muhctar merupakan terpidana penerima suap dari kontraktor Robi Okta Fahlevi terkait pengerjaan 16 paket proyek jalan di Kabupaten Muara Enim.

Elfin divonis bersalah dan dijatuhi pidana selama 4 tahun penjara serta denda sejumlah Rp200 juta subsidair 6 bulan kurungan oleh Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Palembang.

Elfin yang juga merupakan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) terbukti menjadi perantara suap Bupati Muara Enim, Ahmad Yani dalam mengatur pembagian uang fee proyek di Kabupaten Muara Enim.

Dia terbukti menerima suap dari kontraktor Robi Okta Fahlefi berupa uang tunai sebesar Rp1 miliar, tanah senilai Rp2 miliar di wilayah Tangerang, dan sepasang sepatu basket seharga Rp25 juta.



Editor : Muhammad Fida Ul Haq