KPK Tahan Aspri Menpora Imam Nahrawi, Miftahul Ulum terkait Dana Hibah KONI

Ilma De Sabrini ยท Rabu, 11 September 2019 - 23:07 WIB
KPK Tahan Aspri Menpora Imam Nahrawi, Miftahul Ulum terkait Dana Hibah KONI

Asisten pribadi (aspri) Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi, Miftahul Ulum ditahan KPK terkait kasus suap dana hibah Kemenpora kepada KONI. (Foto: iNews.id/Ilma de Sabrini)

JAKARTA, iNews.id - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menahan asisten pribadi (aspri) Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi, Miftahul Ulum. Dia ditahan lantaran diduga terlibat kasus suap dana hibah Kemenpora kepada KONI.

"Ditahan 20 hari pertama di Rutan cabang KPK di belakang gedung Merah Putih," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi melalui pesan singkat, Rabu (11/9/2019).

BACA JUGA:

Sidang Dana Hibah, Saksi Ungkap Aspri Menpora Terima Uang Rp3,08 M

KPK Miliki Bukti Keterlibatan Aspri Menpora di Kasus Suap Dana Hibah

Diperiksa KPK 10 Jam, Aspri Menpora: Saya Belum Bisa Komentar

Lembaga antirasuah tersebut belum menetapkan Miftahul Ulum sebagai tersangka. Namun, Febri mengaku, penahanan tersebut telah sesuai dengan prosedur penyidikan.

"Tentu sudah penyidikan. Perkara lengkap akan kami umumkan melalui konferensi pers secara resmi. Masih ada kegiatan penyidikan awal yang perlu dilakukan," tuturnya.

Dalam fakta persidangan terungkap Kepala Bagian Keuangan KONI Pusat, Eni Purnawati menyebut Aspri Menpora Imam Nahrawi, Miftahul Ulum diduga menerima uang Rp3,08 miliar.

Dalam sidang, Jaksa KPK juga membeberkan bukti dua buku tabungan yang bertuliskan sejumlah angka beserta nama Ulum dan Mulyana yang dituliskan menggunakan pensil.

Eni mengaku telah mentransfer sejumlah uang ke rekening milik Johny yang dipegang Ulum. Sumber Uang Rp80 juta yang telah ditransfer itu, kata Eni, berasal dari kas milik KONI yang sumber dana dari Kemenpora.

Dalam persidangan itu, Wakil Bendahara KONI, Lina Nur Hasanah mendengar ada aliran dana suap hibah KONI mengalir ke Muktamar NU, sebesar Rp300 juta. Namun, hal itu dibantah Imam Nahrawi di persidangan.


Editor : Djibril Muhammad