KRI Nanggala yang Dikabarkan Hilang Kontak, Sudah Berusia 40 Tahun

Giri Hartomo ยท Kamis, 22 April 2021 - 08:56:00 WIB
KRI Nanggala yang Dikabarkan Hilang Kontak, Sudah Berusia 40 Tahun
Profil KRI Nanggala

JAKARTA, iNews.id - Kapal selam KRI Nanggala 402 yang dikabarkan hilang kontak, ternyata sudah berusia sekitar 40 tahun. TNI Angkatan Laut (AS) kini tengah menyelidiki penyebab hilangnya kapal tersebut.

Panglima TNI Marsekal TNI, Hadi Tjahjanto, membenarkan kabar mengenai hilang kontaknya kapal selam KRI Nanggala tersebut. Menurutnya, TNI AL sedang melakukan penyelidikan atas hilangnya KRI Nanggala 402 dengan mengerahkan sejumlah kapak di lokasi tempat hilangnya kapal selam tersebut.

“Kapal baru saja izin menyelam, setelah diberi clearance, langsung hilang kontak,” ujarnya, Rabu (21/4/2021). 

Mengutip dari berbagai sumber, MNC Portal Indonesia merangkum spesifikasi dari kapal selam KRI Nanggala, yang merupakan kapal selam kedua jenis kelas Cakra dan dibawah kendali Satuan Kapal Selam Komando Armada RI Kawasan Timur.

KRI Nanggala dipesan pemerintah Republik Indonesia pada 2 April 1977, dan didesain oleh Ingenieurkontor di kota Lübeck, dibuat oleh Howaldtswerke, Kiel, Jerman, dan dijual oleh perusahaan Ferrostaal di Essen. 

Pembuatan kapal dimulai pada bulan Maret 1978 dan kapal selam diserahkan kepada pemerintah Indonesia pada tanggal 6 Juli 1981. Sehingga kapal tersebut sudah berusia sekitar 40 tahun.

Salah satu kapal selam andalan milik Indonesia ini memiliki berat 1.395 ton, dimensi 59,5 meter x 6,3 meter x 5,5 meter. Kapal selam yang mengangkut 34 awak kapal ini ditenagai oleh mesin diesel elektrik, 4 diesel, 1 shaft menghasilkan 4,600 shp dan Sanggup mendorong kapal hingga kecepatan 21,5 knot. 

Sebagai bagian dari armada pemukul KRI Nanggala dipersenjatai 14 buah torpedo 21 inci/533 mm dalam 8 tabung. Kapal selam ini juga  mempunyai sonar dari jenis CSU-3-2 suite.

KRI Nanggala pernah terlibat dalam latihan gabungan TNI AL-US Navy, CARAT-8/02 yang diadakan pada 27 Mei - 3 Juni 2002. CARAT (Coorperation Afloat Readiness and Training) adalah bantuan latihan militer Amerika terhadap militer negara sahabat di Asia Tenggara. Latihan CARAT ini berlangsung di perairan Laut Jawa, Selat Bali dan Situbondo.

Pada 2004, dalam Latihan Operasi Laut Gabungan (Latopslagab) XV/04 di Samudera Hindia, tanggal 8 April hingga 2 Mei 2004, KRI Naggala berhasil menenggelamkan eks KRI Rakata, sebuah kapal tunda samudera buatan 1942 dengan torpedo SUT.

Editor : Jeanny Aipassa