KRI Spica-934 Temukan CVR Lion Air JT 610 Setelah 6 Hari Beroperasi

Aditya Pratama ยท Senin, 14 Januari 2019 - 12:35 WIB
KRI Spica-934 Temukan CVR Lion Air JT 610 Setelah 6 Hari Beroperasi

Penemuan CVR pesawat Lion Air JT 610 oleh penyelam TNI AL di Perairan Karawang, Jawa Barat, Senin (14/1/2019). (Foto-foto: Kopaska dan Pushidrosal)

JAKARTA, iNews.id – Tim penyelam dari Pusat Hidrografi dan Oseanografi TNI Angkatan Laut (Pushidrosal) hari ini berhasil menemukan cockpit voice recorder (CVR) milik pesawat Lion Air JT 610 yang jatuh di Perairan Karawang, Jawa Barat, beberapa waktu lalu. Penemuan kotak hitam (black box) kedua pesawat nahas tersebut setelah melalui proses pencarian cukup panjang.

Kepala Pushidrosal Laksamana Muda TNI Harjo Susmoro menuturkan, dalam mencari CVR Lion Air JT 610, instansinya mengerahkan KRI Spica-934 yang diberangkatkan dari Dermaga Jakarta International Container Terminal (JICT) 2 Pelabuhan Tanjung Priok, Selasa (8/01/2019). “Kapal survei hidro-oseanografi yang berada di bawah pembinaan Pushidrosal itu dilengkapi dengan peralatan bawah air dengan teknologi  canggih,” ungkap Harjo melalui siaran pers yang diterima di Jakarta, Senin (14/1/2019).

KRI Spica-934 juga membawa ABK sebanyak 55 orang, personel  KNKT (Komite Nasional Keselamatan Transportasi) sembilan orang, penyelam TNI AL 18 orang, serta ilmuwan enam orang.


Dengan segala kemampuan yang ada, KRI Spica-934 terus mencari keberadaan CVR Lion Air JT 610 yang sudah dua lebih tak ditemukan. Kapal yang dikomandani Lekol Laut (P) Hengky Iriawan itu hanya memiliki waktu mencari CVR Lion Air JT 610 selama 15 hari, mengingat sinyal yang dipancarkan CVR hanya bertahan selama 90 hari.

“Saat ini, waktu yang tersisa tinggal lebih kurang 15 hari lagi, sejak pesawat Lion Air jatuh di perairan Karawang 29 Oktober 2018 lalu,” ucap Harjo.

BACA JUGA: Tim Penyelam TNI AL Temukan CVR Lion Air JT 610

Sekadar untuk diketahui, black box atau kotak hitam pesawat terdiri atas dua bagian yaitu FDR (flight data recorder) dan CVR. Di dalam FDR terdapat semua data instrumen yang ada di pesawat. Sementara, CVR menyimpan data suara dari kokpit pesawat. Pada kasus insiden Lion Air JT 610, tim SAR gabungan lebih dulu menemukan FDR dari pesawat nahas tersebut, pada awal November lalu.

Setelah berhasil mendeteksi titik yang diperkirakan sebagai lokasi CVR Lion Air JT 610, tim penyelam TNI AL dari KRI Spica-934 memulai pencarian di area seluas 5 x 5 meter pada kedalaman 30 meter di bawah permukaan laut. Lokasi pencarian tersebut berjarak sekitar 50 meter dari lokasi penemuan FDR (flight data recorder) pesawat nahas itu, dua bulan lalu.

“Setelah enam hari sejak diberangkatkan dari Tanjung Priok, CVR tersebut akhirnya berhasil diketemukan KRI Spica du posisi koordinat 05 48 46,503 S – 107 07 36,728 T,” tutur Hajo.


Editor : Ahmad Islamy Jamil