KRI Sriwijaya Resmi Jadi Kapal Induk Pertama Indonesia
Tunggul menjelaskan, sebelum tiba di Tanah Air kapal tersebut menempuh pelayaran selama 25 hari dengan jarak sekitar 6.870 mil laut. Dalam perjalanan menuju Indonesia, kapal melintasi Terusan Suez, Laut Merah, dan Samudra Hindia.
"Kapal juga bersinggah di Mesir, Arab Saudi dan Sri Lanka untuk kebutuhan logistik, pengisian bahan bakar maupun dukungan teknis," ucap Tunggul dalam keterangannya.
Dia menambahkan, kehadiran KRI Sriwijaya-100 tidak sekadar menambah jumlah unsur dalam jajaran TNI AL. Kapal tersebut juga menjadi bagian dari langkah penguatan Sistem Senjata Armada Terpadu (SSAT) dalam menghadapi dinamika lingkungan strategis yang terus berkembang.
Selain itu, KRI Sriwijaya-100 nantinya akan difungsikan untuk mendukung Operasi Militer Selain Perang (OMSP), khususnya dalam penanganan bencana dan bantuan kemanusiaan.
Tunggul mengatakan, bergabungnya KRI Sriwijaya-100 mencerminkan kesiapan Indonesia dalam membangun kekuatan matra laut sekaligus menjawab tantangan keamanan maritim pada masa depan.
"Kehadiran KRI Sriwijaya-100 mempertegas langkah maju TNI AL dalam memperkuat dan memodernisasi Sistem Senjata Armada Terpadu (SSAT), sekaligus menunjukkan komitmen Indonesia terhadap pertahanan dan pengamanan wilayah laut Indonesia," tuturnya.
Editor: Aditya Pratama