KRI Sultan Hasanuddin Selamatkan Imigran Lebanon di Tengah Laut Mediterania

Riezky Maulana ยท Rabu, 16 September 2020 - 06:45 WIB
KRI Sultan Hasanuddin Selamatkan Imigran Lebanon di Tengah Laut Mediterania

Proses penyelamatan imigran Lebanon oleh awak KRI Sultan Hasanuddin di Laut Mediterania, Senin (14/9/2020). (Foto: Istimewa)

JAKARTA, iNews.id - Kapal Republik Indonesia (KRI) Sultan Hasanuddin 366 yang tergabung dalam Satuan Tugas (Satgas) TNI Maritime Task Force (MTF) Kontingen Garuda (Konga) XXVIII-L/UNIFIL menyelamatkan seorang warga negara Lebanon, Senin (14/9/20) di tengah Laut Mediterania. Warga tersebut diduga imigran yang akan melintas perairan Lebanon menuju Cyprus.

Peristiwa tersebut berawal saat KRI Hasanuddin sedang melaksanakan on task ke-37 dan menjadi MIO Commander. Awak kapal mendapatkan laporan dari unsur MTF kapal perang Turki, TCG Bozcaada F 500 ada boat refugee yang meminta pertolongan di Laut Mediterania sekitar pukul 08.00 waktu setempat. Ketika itu kapal perang Turki sedang berada di tempat kejadian dan melihat ada penumpang boat refugee melompat ke laut.

Orang tersebut berenang menuju kapal perang Turki dan akhirnya langsung mendapat pertolongan dengan dinaikkan ke atas kapal. Selanjutnya didapatkan informasi dari penumpang tersebut terdapat 37 warga negara Lebanon yang berada di dalam boat refugee menuju ke negara Cyprus.

Mereka terdiri dari 21 laki-laki, 10 perempuan, dan lima anak-anak. Sementara satu imigran telah meninggal dunia.

KRI Sultan Hasanuddin 366 kemudian bergerak menuju lokasi boat refugee untuk memberi pertolongan lebih lanjut. Pada pukul 11.58 waktu setempat, KRI Sultan Hasanuddin 366 tiba di lokasi.

Ketika melakukan kontak visual, seorang perwira jaga KRI Sultan Hasanuddin 366 melihat ada seseorang yang terapung dan meminta pertolongan. Saat meminta pertolongan, kondisinya dalam keadaan lemah pada lambung kiri kapal.

Komandan KRI Sultan Hasanuddin 366, Dansatgas Letkol Laut (P) Ludfy langsung memerintahkan untuk melaksanakan "Peran Orang Jatuh Di Laut" dengan menurunkan sekoci. Korban kemudian berhasil dievakuasi ke atas kapal.

Imigran tersebut kemudian diperiksa kesehatannya oleh dokter Satgas. Korban dan imigran Lebanon lainnya kemudian dibawa ke Beirut dan diserahkan kepada LAF Navy selaku pemegang otoritas penuh dan representatif Lebanon guna penanganan lebih lanjut.

Editor : Rizal Bomantama