Kritik Kemdikbud Gandeng Netflix, Serikat Guru: Yang Dibutuhkan Siswa Listrik dan Internet Gratis

Sindonews ยท Kamis, 18 Juni 2020 - 20:07 WIB
Kritik Kemdikbud Gandeng Netflix, Serikat Guru: Yang Dibutuhkan Siswa Listrik dan Internet Gratis

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim. (Foto: Antara).

JAKARTA, iNews.id – Langkah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) menggandeng Netflix untuk menyiarkan program Belajar dari Rumah dikecam berbagai kalangan. Kementerian di bawah pimpinan Nadiem Makarim itu dianggap tak mengetahui urgensi pendidikan nasional.

Kritik tajam itu datang dari DPR, akademisi, praktisi teknologi informasi, otoritas pengawas lembaga penyiaran, hingga kalangan pendidik. Mereka mendesak Kemdikbud segera mengkaji ulang kerja sama itu.

Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) mengatakan, langkah Kemdikbud merangkul Netflix tidak menyelesaikan persoalan pembelajaran jarak jauh di masa pandemi Covid-19. Jika ingin aman dan produktif, semestinya dilihat apa kebutuhan mendasar siswa.

“Yang dibutuhkan anak (siswa) dan guru selama pembelajaran jarak jauh adalah listrik dan internet gratis. Mengapa? Karena mereka selama ini enggak bisa,” ujar Wakil Sekretaris Jenderal FSGI Satriwan Salim, Kamis (18/6/2020).

Satriwan menilai Kemdikbud seharusnya fokus mengevaluasi program Belajar dari Rumah yang sudah terlaksana selama tiga bulan di masa pandemi. Saat program ini dilaksanakan, ternyata banyak kendala terutama mereka di daerah tanpa listrik maupun internet.

Satriwan juga meminta Kemdikbud memperhatikan laporan Kementerian Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) yang mengungkapkan masih ada 46.000 satuan pendidikan yang terkendala jaringan internet dan listrik. Permasalahan ini semestinya diselesaikan.

“Kebutuhan-kebutuhan pokok inilah yang mestinya dipenuhi dulu. Kan sudah ada waktu tiga bulan untuk mengevaluasi PJJ. Mestinya ada perbaikan dong,” ucap dia.

Kemdikbud mengumumkan kerja sama dengan penyedia layanan hiburan streaming, Netflix, dalam program Belajar dari Rumah. Pada program ini Netflix akan menayangkan film-film dokumenter mereka melalui siaran terestrial, yaitu TVRI.

Pakar Kebijakan dan Legislasi Teknologi Informasi dari Universitas Padjajaran (Unpad) Danrivanto Budhijanto mengatakan, Netflix sebagai aplikasi film/video streaming berlangganan asing jelas memiliki kebijakan konten yang berbeda dengan penyelenggara siaran nasional. Netflix, sebagaimana siaran berbasis internet lainnya, sampai saat ini belum tunduk dalam hukum nasional.

Menurutnya, Netflix tidak masuk jangkauan Undang-Undang Penyiaran terutama definisi dari apa yang dimaksud dengan “penyiaran yang melalui aplikasi dan platform teknologi internet”. Karena itu dia pun mengingatkan tentang risiko yang terjadi jika platform ini beroperasi bebas.

“Perlu diingat juga bahwa penyedia aplikasi layanan film/video virtual asing juga melakukan kegiatan pengumpulan data (data collecting); penelisikan data (data crawling); dan analisis perilaku interaksi data (data behavior analyzing) dari publik Indonesia,” kata Danrivanto, Kamis (18/6/2020).

Editor : Zen Teguh