KSAD: BNPB dan Kemhan Siapkan 37 Lab PCR untuk Rumah Sakit TNI AD

Riezky Maulana · Selasa, 22 September 2020 - 11:56 WIB
KSAD: BNPB dan Kemhan Siapkan 37 Lab PCR untuk Rumah Sakit TNI AD

Tangkapan layar Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Andika Perkasa.

JAKARTA, iNews.id - Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Andika Perkasa terus memantau penanganan pandemi virus corona (Covid-19) yang dilakukan jajaran TNI AD melalui teleconference secara berkala. Dalam pertemuan virtual itu, KSAD mendapatkan laporan perkembangan Lab PCR untuk seluruh Rumah Sakit (RS) TNI AD yang ada di Indonesia.

Andika menuturkan, 37 laboratorium polymerase chain reaction (PCR) akan disediakan untuk RS TNI AD. Ke-37 laboratorium tersebut diberikan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Kementerian Pertahanan (Kemhan).

"Badan Nasional Penanggulangan Bencana akan memberikan dukungan sebanyak 20 Lab PCR dan Kementerian Pertahanan sebanyak 17 Lab PCR," ujarnya dalam video yang diunggah TNI AD di Jakarta, Selasa (22/9/2020).⁣

Kepada setiap RS TNI AD, Andika meminta penanganan pasien Covid-19 dengan klasifikasi sedang atau berat agar memanfaatkan terapi plasma konvalesen yang ada di RSPAD. Terapi tersebut, dipastikan KSAD tidak hanya untuk pasien anggota TNI AD melainkan sipil yang membutuhkan.⁣

"Ada beberapa yang tanya ke saya, mereka ingin tahu bagimana caranya untuk dapat plasma konvalesen. Kita terbuka membantu mereka karena yang dimiliki di RSPAD itu untuk kemanusiaan, untuk semua yang membutuhkan,” ujarnya.

Salah satu pasien Covid-19 yang berhasil sembuh karena terapi Plasma Konvalesen adalah Kepala Kesehatan Kodam (Kasdam) II/Sriwijaya, Kolonel Ckm Asep Usmanto. Dia mendapatkan perawatan selama empat minggu di RSPAD Gatot Soebroto dengan terapi plasma konvalesen.⁣

"Saya masuk RSPAD dengan kondisi yang sudah menurun. Hari kedua kalau enggak salah saya mendapatkan perawatan dan terapi plasma, kemudian ada peningkatan hari keempat sudah sadar dan kemudian berangsur-angsur membaik,” ujar Asep.

Andika memaparkan, dengan melihat pengalaman Kakesdam II/Sriwijaya terpapar Covid-19, menunjukkan tenaga medis harus menjadi prioritas dalam pengecekan swab secara berkala. Tugas mereka, kata dia, sebagai garda terdepan membutuhkan perlindungan awal dari paparan Covid-19.

"Dari pengalaman dokter Asep Kakesdam ini sebetulnya menunjukkan kepada kita bahwa tenaga medis yang ada di rumah sakit itu harus jadi prioritas. Oleh karena itu, rumah sakit kita yang sudah ada lab PCR saya ingin prioritas kepada tenaga medis kita dulu," katanya.

Editor : Djibril Muhammad