KSAD: Penanggulangan Terorisme Butuh Tindakan Komprehensif

Ilma De Sabrini ยท Rabu, 17 Oktober 2018 - 20:35:00 WIB
KSAD: Penanggulangan Terorisme Butuh Tindakan Komprehensif
KSAD Jenderal TNI Mulyono menghadiri The 2018 Chiefs Of Defense Conference di Washinton DC, Amerika Serikat, Selasa (16/10/2018). (Foto: Puspen TNI).

WASHINTON, iNews.id - Penanggulangan terorisme membutuhkan tindakan komprehensif yang menyentuh akar permasalahan utama tanpa memberikan label pada satu kelompok, seperti agama, negara atau ras. Diperlukan pula sinergi multilateral untuk menanganinya.

Pesan tersebut disampaikan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD), Jenderal TNI Mulyono saat mewakili Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto pada acara The 2018 Chiefs of Defense Conference di Washinton DC, Amerika Serikat, Selasa (16/10/2018).

Chiefs of Defense Conference merupakan forum internasional puncak tahunan bagi para panglima militer dari mitra pertahanan AS di seluruh dunia.

Pertemuan yang baru dilaksanakan tiga kali oleh AS ini berlangsung selama satu hari penuh dan dipimpin langsung oleh Ketua Kepala Staf Gabungan AS Jenderal Joseph Dunford.

Tujuan penyelenggaraan tahun ini lebih difokuskan kepada kerja sama transregional serta mempertahankan dari ancaman Violent Extremist Organization (VEO) melalui pendekatan strategi hubungan militer untuk melawan terorisme.

Dalam forum ini, KSAD juga menyampaikan tentang situasi kerja sama regional trilateral antara Indonesia, Filipina, dan Malaysia di Laut Sulu atau dikenal dengan Terrorist Triangle Transit.

Terkait isu tersebut, Mulyono menyampaikan, untuk mengantisipasi potensi ancaman yang ada, dilakukan patroli maritim dan patroli udara bersama serta berbagi informasi antarmiliter ketiga negara ini.

Dalam konteks lebih luas, karakteristik transnasional dari terorisme yang memiliki jaringan internasional, untuk menghadapinya membutuhkan pemanfaatan ASEAN sebagai forum utama penting dalam kerja sama penanganan terorisme.

”Ini semakin urgen dengan beralihnya pola gerakan terorisme dari yang semula terpusat di Timur Tengah menjadi tersebar ke berbagai belahan dunia,” katanya.

Menyadari kompleksitas permasalahan serta pentingnya strategi komprehensif, Pemerintah Indonesia mengupayakan agar pola penanganan yang diambil di tingkat nasional selaras dengan upaya dalam lingkup regional dan global.

Mulyono menambahkan, pandangannya bahwa solusi smart approach yang bersifat multiaspek dan berjangka panjang sangat efektif dalam menghadapi perkembangan organisasi ekstrimis di kawasan Indo-Pasifik. Sebab di kawasan ini banyak sekali permasalahan kesenjangan yang dapat digunakan sebagai ruang hidup organisasi ekstrimis.

“Solusi dengan hard approach tidak akan menghentikan berkembangnya ekstrimisme. Persoalan ini, bukan hanya masalah keamanan dan pertentangan kelompok. Kita harus berjalan bersama dalam suatu wadah internasional, dan merumuskan langkah-langkah konkret untuk menyelesaikan akar dari permasalahan secara berkelanjutan,” ujar alumnus Akmil 1983 ini.

Selain penyampaian situasi kerja sama regional terkait penanganan isu Laut Sulu dari KSAD, dalam forum ini juga terdapat penyampaian dari beberapa panglima militer negara lain di antaranya tentang pandangan global tentang ISIS, misi NATO di Irak, G5 Shahel di Afrika Barat, RSM di Afghanistan, OP Sophia/perdagangan manusia di Laut Mediterania serta pada bagian akhir dilanjutkan dengan diskusi.

Editor : Zen Teguh

Follow Berita iNews di Google News

Bagikan Artikel:




Lokasi Tidak Terdeteksi

Aktifkan untuk mendapatkan berita di sekitar Anda