KSP : Pernyataan Moeldoko Bukan Ancaman Tetapi Peringatan agar Gerakan KAMI Tak Kebablasan

Fahreza Rizky ยท Jumat, 02 Oktober 2020 - 15:12 WIB
KSP : Pernyataan Moeldoko Bukan Ancaman Tetapi Peringatan agar Gerakan KAMI Tak Kebablasan

Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko. (Foto: Dok. iNews.id).

JAKARTA, iNews.id - Peringatan Kepala Kantor Staf Pesidenan (KSP) Moeldoko terkait gerakan yang dibangun oleh Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) dinilai wajar. Peringatan tersebut tidak bisa disebut sebagai ancaman.

Tenaga Ahli Utama KSP Donny Gahral Adian mengatakan, sesama anak bangsa wajar saling megingatkan. Dia berharap tidak ada agenda politik praktis yang diusung KAMI di balik kritikannya kepada pemerintah.

"Itu bukan ancaman. Itu semata-mata mengingatkan bagi mereka yang memberikan catatan ke pemerintah agar di dalam koridor peraturan UU berlaku. Artinya, jangan kemudian memiliki agenda-agenda yang politis dan tidak rasional," ujar Donny di Jakarta, Jumat (2/10/2020).

Dia menuturkan, peringatan yang disampaikan Moeldoko agar KAMI tetap berada di jalur prosedur yang benar dalam mengkritisi pemerintah.

"Kalau bermain politik, apabila ada yang kebablasan atau langgar aturan, pasti ada konsekuensinya dari gerakan yang melewati batas-batas," tuturnya.

Menurutnya, dinamika belakangan ini gerakan KAMI bersifat manuver politik. "Jadi bukan catatan yang sifatnya murni karena ada indikasi politik praktisnya. Sah-sah saja sebenarnya, tapi harus diingat kita sedang menghadapi krisis akibat Covid-19," ucapnya.

Sebelumnya, Moeldoko mengingatkan risiko yang ditanggung jika gerakan KAMI mengganggu stabilitas politik.

"Jangan coba-coba mengganggu stabilitas politik. Kalau bentuknya sudah mengganggu stabilitas politik, semua ada risikonya. Negara punya kalkulasi dalam menempatkan demokrasi dan stabilitas," ucap Moeldoko.

Presidium KAMI, Din Syamsuddin kemudian merespons dan mengingatkan Moeldoko agar tidak melemparkan ancaman kepada rakyat. Era demokrasi modern seperti sekarang ini, kata dia arogansi kekuasan, represif dan otoriter sudah ketinggalan zaman.

"Akhirnya KAMI mengingatkan Bapak KSP Moeldoko dan jajaran kekuasaan untuk tidak perlu melempar ancaman kepada rakyat," kata Din.

Editor : Kurnia Illahi