KSSK Tegaskan Stabilitas Sistem Keuangan Kuartal III 2026 Terjaga, Soroti Tekanan Rupiah dan Isu MSCI
Namun, memasuki Oktober 2026, dinamika pasar keuangan diwarnai ketidakpastian yang meningkat. Eskalasi konflik geopolitik internasional mendorong kenaikan harga komoditas energi global sekaligus mempersempit ruang kebijakan moneter dunia.
Di dalam negeri, tekanan juga dipengaruhi kondisi likuiditas yang cenderung mengetat serta volatilitaspasar modal. Hal ini menyusul respons pelaku pasar terhadap isu perubahan klasifikasi pasar oleh Morgan Stanley Capital International (MSCI).
Kombinasi sentimen global dan domestik tersebut turut meningkatkan tekanan terhadap nilai tukar rupiah serta memicu arus modal keluar (outflow) dari pasar saham nasional.
Meski demikian, KSSK meyakini fundamental ekonomi makro yang solid serta bauran kebijakan yang adaptif tetap menjadi penopang utama stabilitas sistem keuangan.
Ke depan, KSSK berkomitmen memperkuat pengawasan berorientasi ke depan (forward looking) dan meningkatkan koordinasi lintas otoritas. Langkah tersebut dilakukan untuk memitigasi dampak dinamika eksternal terhadap stabilitas sistem keuangan nasional.
“Hari ini adalah kesimpulan yang berdasarkan rapat berkala KSSK keempat tahun 2026 yang telah dilaksanakan pada minggu lalu hari Rabu 28 Oktober 2026,” ucap Suahasil.
Editor: Aditya Pratama