Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Dewan Pers Sebut Media Mainstream Masih Jadi Referensi Masyarakat, Ini Buktinya
Advertisement . Scroll to see content

Kuliah Umum, Dharma Pongrekun Ajak Mahasiswa Widyatama Bijak Bermedsos

Senin, 02 September 2019 - 18:54:00 WIB
Kuliah Umum, Dharma Pongrekun Ajak Mahasiswa Widyatama Bijak Bermedsos
Wakil Kepala BSSN Komjen Pol Dharma Pongrekun memberikan kuliah umum kepada ribuan mahasiswa Universitas Widyatama (U-Tama) di kampus U-Tama, Jalan Cikutra, Kota Bandung, Jawa Barat, Senin (2/9/2019) (Foto: Koran SINDO/Arif Budianto).
Advertisement . Scroll to see content

BANDUNG, iNews.id – Wakil Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) Komisaris Jenderal Polisi Dharma Pongrekun mengajak generasi muda untuk bijak dalam menggunakan gadget dan media sosial (medsos). Penggunaan secara berlebihan bisa berdampak buruk bagi fisik maupun psikis.

Dharma mengingatkan, ketergantungan pada produk teknologi informasi jika dibiarkan terus menerus tanpa disadari akan dapat mengubah perilaku manusia di luar kendali. Terlebih gadget mengeluarkan gelombang hipno elektromagnetik tinggi yang akan berbahaya bila digunakan terus menerus.

”Jika itu yang terjadi, struktur DNA dalam sel tubuh manusia dapat rusak. Sel akan stress dan tubuh akan memproduksi hormon kortisol (beracun) sehingga mempengaruhi perilakunya sekaligus akan mengganggu keharmonisan organ dalam tubuh,” kata Dharma ketika memberikan kuliah umum kepada ribuan mahasiswa Universitas Widyatama (U-Tama) di kampus U-Tama, Jalan Cikutra, Kota Bandung, Senin (2/9/2019).

Dharma lantas memeragakan bagaimana efek gelombang elektromagnetik terhadap organ tubuh manusia. Dia mengajak dua orang untuk menggunakan ponsel dan menunjukkan reaksi tubuh yang melemah dalam hitungan detik terhadap penggunanya.

Dalam paparannya, Dharma juga menyampaikan globalisasi yang terjadi saat ini. Globalisasi ditandai dengan berkembangnya banyak hal, termasuk medsos, yang penggunanya terus meningkat. 

Menurut Dharma, tingginya penetrasi medsos itu harus disikapi positif oleh masyarakat, termasuk generasi muda bangsa. Para mahasiswa, kata dia, jangan sampai berpikir menggunakan medsos untuk mengunggah konten aneh atau negatif.

”Ketika sudah masuk medsos dan meng-upload hal aneh, jangan mengira tempat kita tidak diketahui walaupun di tempat terpencil," kata jenderal polisi bintang tiga ini.

Dharma mengingatkan, salah satu cara bijak bermedsos adalah dengan menerapkan etika, mulai dengan mengenali aturan yang berlaku, memahami aturan batas usia, memperhatikan unggahan, serta menyaring informasi sebelum dibagikan ke jejaring medsos.

Etika lainnya yaitu pengguna medsos harus menghargai hasil karya orang lain, memanfaatkan medsos dengan bijak serta dilandasi kecerdasan spiritual dan tak lupa memahami dan menerapkan nilai Pancasila dalam konsep berpikir dan berperilaku yang merupakan implementasi dari Nuswantara.

Dalam kesempatan itu Dharma juga mengajak mahasiswa untuk memaksimalkan potensi positif yang ada diri sendiri. Menurutnya, setiap manusia yang terlahir ke dunia merupakan bibit unggul, tak terkecuali mahasiwa Universitas Widyatama.

”Jangan adik-adik kuliah hanya mengejar nilai, tetapi kuasai esensi dari tiap mata kuliah karena kalian bibit unggul sejak lahir. Generasi bibit unggul yakni mereka yang memiliki etika dan perilaku yang unggul. Namun itu semua harus dilatih dengan berbagai kebaikan,” ujarnya.

Editor: Zen Teguh

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut