Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Purbaya Siapkan Penerbitan Panda Bond Bulan Depan, Perkuat Pembiayaan hingga Stabilitas Rupiah
Advertisement . Scroll to see content

Kurangi Ketergantungan Dolar AS, RI Siap Terbitkan Panda Bond di China

Rabu, 06 Mei 2026 - 12:49:00 WIB
Kurangi Ketergantungan Dolar AS, RI Siap Terbitkan Panda Bond di China
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan pemerintah akan menerbitkan Panda Bond di China untuk memperkuat rupiah. (foto: Arif Julianto)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Pemerintah menyiapkan berbagai langkah strategis untuk memperkuat nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Salah satunya dengan menerbitkan instrumen utang berbasis Yuan, Panda Bond di pasar keuangan China.

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, mengatakan langkah tersebut bertujuan untuk mengurangi ketergantungan terhadap Dolar AS sekaligus memperluas sumber pembiayaan dengan biaya yang lebih efisien.

"Untuk memperkuat nilai tukar, kami juga akan menerbitkan bond dalam Panda Bond di China dengan bunga yang lebih rendah sehingga kita tidak tergantung terlalu banyak ke dolar lagi," ungkapnya usai pertemuan dengan Presiden Prabowo Subianto, di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Selasa (5/5/2026) malam.

Ia menambahkan bahwa strategi diversifikasi pembiayaan ini akan memperkuat prospek ekonomi Indonesia ke depan. Purbaya juga menegaskan kondisi fiskal nasional dalam keadaan aman.

"Jadi diversifikasi kita akan lebih baik lagi ke depan. Jadi prospek kita bagus, teman-teman semua nggak usah takut. Tadi Pak Presiden juga bilang sama saya suruh sampaikan pesan bahwa uang saya cukup, duitnya banyak, jadi Anda nggak usah takut," ungkap dia.

Selain itu, Purbaya menilai perekonomian Indonesia saat ini tengah memasuki fase akselerasi. Hal tersebut tercermin dari pertumbuhan ekonomi yang mencapai 5,61 persen, meningkat dibandingkan periode sebelumnya.

"Kita memang sudah bisa membalik arah ekonomi. Dulu kan sebelumnya 5,39 (persen) sekarang 5,61 dibandingkan sebelum-sebelumnya 5 atau di bawah 5 sedikit kan. Jadi ekonomi kita sedang mengalami akselerasi," katanya.

Eks Ketua DK LPS ini menilai percepatan ini belum sepenuhnya disadari oleh pelaku pasar. Menurutnya, masih ada investor yang cenderung berhati-hati hingga menarik dana dari pasar modal. Padahal, ia melihat kondisi saat ini sebagai peluang.

"Itu yang tidak disadari banyak orang sehingga orang agak takut dan keluar dari pasar modal. Kan saya kemarin-kemarin bilang serok, serok, serok saja kalau mereka ikut mestinya nanti ke depan akan untung banyak," ujarnya.

Pemerintah, kata Purbaya, akan menjaga momentum pertumbuhan pada kuartal kedua melalui berbagai kebijakan. Koordinasi dengan bank sentral juga terus dilakukan untuk memastikan kondisi likuiditas tetap stabil. Selain itu, pemerintah berencana meluncurkan stimulus tambahan.

"Kita akan memberikan stimulus tambahan ke perekonomian yang nggak lama lagi akan diumumkan. Ya mungkin 1 Juni akan mulai Jalan," ucap Purbaya.

Editor: Puti Aini Yasmin

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut