LaNyalla Dijamu Makan Pemegang Kunci Kabah hingga Didoakan Bermanfaat bagi Indonesia

Carlos Roy Fajarta ยท Senin, 16 Mei 2022 - 09:40:00 WIB
LaNyalla Dijamu Makan Pemegang Kunci Kabah hingga Didoakan Bermanfaat bagi Indonesia
LaNyalla Dijamu Makan Pemegang Kunci Kabah (dok. DPD)

MEKAH, iNews.id - Ketua DPD AA LaNyalla Mahmud Mattalitti beserta delegasi DPD dijamu makan malam Pemegang Kunci Kabah, Syeikh Saleh bin Zain Al-Abidin Al-Syaibi di kantornya di kawasan Mekah, Arab Saudi, Minggu (15/5/2022) malam. LaNyalla hadir bersama Wakil Ketua DPD Mahyudin dan Senator asal Lampung Bustami Zainuddin.

Turut hadir mendampingi, Sekjen DPD Rahman Hadi, Deputi Administrasi Lalu Niqman Zubair dan Staf Khusus Ketua DPD RI Sefdin Syaifudin.

Sementara Syeikh Saleh didampingi putranya, Dr Abdurrahman Al-Syaibi. Dalam jamuan makan tersebut, Staf Konjen RI Jeddah Muzzafar Sahidu dan pengurus Hidayatullah Pusat Ustadz Andi Arlin juga turut hadir. 

LaNyalla berharap Syeikh Saleh diberi kesehatan dan kesempatan untuk kembali berkunjung ke Indonesia. Kunjungan terakhir keturunan Bani Syaibah tersebut terjadi pada tahun 2012 silam. 

“Insya Allah, saya senang datang ke Indonesia. Karena Indonesia negara dengan penduduk muslim terbesar. Semoga anda sebagai pejabat membawa manfaat bagi Indonesia, dan umat Islam,” kata Syeikh Saleh yang tugas utamanya membuka dan menutup pintu Kabah, membersihkan, mencuci, membungkus, dan mengganti kain Kiswah.

Dalam pertemuan yang berlangsung akrab dan kekeluargaan tersebut, LaNyalla dan delegasi banyak menanyakan langsung prosesi pencucian dan penggatian kiswah Kabah kepada Syeikh Saleh. 

Abdurrahman Al-Syaibi menjelaskan, proses pencucian Kabah dilakukan dengan air zamzam dan air mawar. Keempat dindingnya diseka dan dicuci dengan air wangi lalu ditutup dengan pembacaan doa. 

“Kakek kami, Qusai bin Kilab, yang juga kakek Nabi, bertanggung jawab atas pemeliharaan Kabah. Lalu menyerahkannya kepada putra sulungnya, Abd al-Dar, dan seterusnya kepada keturunannya, hingga sekarang,” katanya. 

Al-Syaibi mengungkapkan, leluhurnya menasihati agar merawat Kabah dengan dasar taqwa, serta menjaga prinsip-prinsip Islam, kejujuran, kerendahan hati, moral dan menyimpan kunci dalam tas khusus yang terbuat dari sutra hijau dan emas.

“Jika ada tamu kerajaan yang ingin masuk Kabah, biasanya Raja memerintahkan kepada Gubernur Mekah, lalu Gubernur menghubungi keluarga Al-Syaibi untuk membuka pintu sesuai jadwal yang telah ditentukan,” ungkapnya. 

Syaikh Saleh dan putranya juga menceritakan tentang sejarah Kiswah Kabah, yang terkait dengan Raja Yaman Tubba. Awalnya Raja Tubba hendak menyerang Mekah dan meruntuhkan Kabah. Namun, tiba-tiba dia menderita penyakit parah dan tidak bisa disembuhkan.

Editor : Reza Fajri

Halaman : 1 2

Bagikan Artikel:







Lokasi Tidak Terdeteksi

Aktifkan untuk mendapatkan berita di sekitar Anda