Laporan Ujaran Kebencian Ade Armando Ditolak, FPI: Bareskrim Tak Adil dan Tebang Pilih

Irfan Ma'ruf ยท Senin, 10 Februari 2020 - 23:12 WIB
Laporan Ujaran Kebencian Ade Armando Ditolak, FPI: Bareskrim Tak Adil dan Tebang Pilih

Kuasa Hukum FPI Aziz Yanuar (kanan). (Foto: iNews.id/Irfan Ma'ruf)

JAKARTA, iNews.id - Front Pembela Islam (FPI) kecewa laporan terhadap Ade Armando ditolak Bareskrim Polri. Dosen Universitas Indonesia (UI) itu dilaporkan FPI terkait dugaan ujaran kebencian yang disampaikan dalam sebuah dialog di stasiun televisi swasta.

Kuasa Hukum FPI Aziz Yanuar menuding Polri tidak adil dan tebang pilih karena menolak laporan. Padahal, menurut dia, FPI telah memenuhi semua bukti sebagai syarat pelaporan terhadap Ade Armando ke Bareskrim Mabes Polri.

"Di sini kita membuktikan bahwa ketidakadilan dan penegakan hukum yang tebang pilih terbukti di beberapa hal termasuk hari ini. Kita buktikan sekali lagi secara jelas nyata pihak penyidik tindak pidana umum tidak mau memproses laporan kita," katanya di Bareskrim Mabes Polri, Senin (10/2/2020).

Aziz membandingkan dengan laporan yang kerap diajukan orang-orang yang disebut sebagai bagian dari kelompok Ade Armando, seperti Abu Janda. Dia menilai, Polri cenderung bersikap lebih mudah menerima laporan kelompok tersebut ketimbang yang diajukan FPI.

"Kami mau belajar dari dia dan iri bagaimana caranya kebal hukum dan gimana rombongan mereka kalau laporan seperti Abu Janda, Jack Lapian langsung diterima bahkan UU ITE masuk, komplit lapor diproses. Tapi ketika dilaporkan tak diproses kita dalam tanda petik iri," katanya.

Aziz menuturkan dalam acara dialog di stasiun televisi swasta pada 3 Februari 2020, Ade Armando diduga melakukan tindak pidana ujaran kebencian dengan menyebut FPI sebagai organisasi preman.

Editor : Djibril Muhammad