Latar Belakang Hari Kebangkitan Nasional dan Tujuannya
JAKARTA, iNews.id - Latar belakang Hari Kebangkitan Nasional yang diperingati setiap tanggal 20 Mei penting untuk diketahui. Apalagi, masih banyak yang belum mengetahui sejarahnya.
Peringatan Hari Kebangkitan Nasional diambil dari tanggal lahir organisasi Budi Utomo (Boedi Oetomo) yang berjuang melawan pemerintah kolonial Belanda. Melansir jurnal bertajuk ‘Rekonstruksi Sejarah Kebangkitan Nasional’, Budi Utomo sendiri lahir karena kondisi sosial ekonomi yang semakin memburuk.
Sebab, pemerintah kolonial terus melakukan eksploitasi, pemberlakuan politik etis, dan politik liberal. Keuntungan yang didapat langsung dibawa ke negeri Belanda. Sementara, masyarakat Indonesia hanya mendapatkan kesengsaraan dan kemelaratan.
Memasuki abad 20, dana belajar bagi anak-anak di Indonesia juga berkurang. Hal itu jelas menarik perhatian Wahidin Sudiro Husodo, seorang dokter lulusan Stovia.
Ia melakukan propaganda dengan berkeliling pulau Jawa pada tahun 1906 hingga 1907. Ia juga bertemu rekan-rekan satu almamaternya dan di sanalah Wahidin mencetuskan gagasannya agar para mahasiswa bisa segera mendirikan sebuah organisasi guna mengangkat derajat bangsa.
Idenya itu disambut dan dikembangkan oleh Sutomo beserta kawan-kawan lainnya. Setelahnya, lahirlah Budi Utomo di Jakarta dengan fokus memajukan pengajaran, perdagangan, sektor pertanian dan peternakan, perdagangan, serta menghidupkan kembali kebudayaan.
Tokoh-tokoh lain yang juga turut andil dalam pendirian Budi Utomo adalah dr Cipto Mangunkusumo, R.A Tirtokusumo, Suraji, dan Gunawan. Kongres pertama organisasi tersebut dilakukan pada 3-5 Oktober 1908 di Yogyakarta.
Hasil dari kongres itu adalah mengesahkan AD/ART, pusat organisasi berada di Yogyakarta, ruang gerak yang terbatas di wilayah Jawa-Madura, menyusun pengurus besar Budi Utomo dengan Ketua R.A Tirtokusumo, mantan Bupati Karanganyar.
Awalnya, Budi Utomo berorientasi pada kalangan priyayi. Namun, seiring berjalannya waktu, organisasi ini berkembang dengan sangat luas. Bukti nyata eksistensi Budi Utomo dalam bidang pendidikan adalah berdirinya Studi Font atau Darmawara untuk perkumpulan para pelajar, terkhusus di wilayah Jawa dan Madura.
Budi Utomo juga meminta kepada pemerintah Hindia-Belanda untuk memberikan beasiswa bagi anak-anak muda agar bisa mengenyam pendidikan hingga ke Belanda. Organisasi ini menjadi jembatan antara pemerintah kolonial dengan kaum terpelajar Jawa.
Hingga hari ini, semangat Budi Utomo masih terus relevan dan perayaan Hari Kebangkitan Nasional penting untuk dirayakan. Untuk tahun ini, tema Harkitnas belum resmi dirilis. Namun, pada tahun 2022 lalu temanya adalah ‘Ayo Bangkit Bersama’.
Tema tersebut sengaja dipilih demi mengobarkan semangat untuk bangkit dari pandemi Covid-19 yang menerjang. Jadi, bagaimana menurutmu dengan latar belakang Hari Kebangkitan Nasional?
Editor: Puti Aini Yasmin