Latar Belakang Runtuhnya Vietnam Selatan Beserta Dampaknya
Ketika Perang Indocina II, Ho Chi Minh mulai menyerang Vietnam Selatan dan dibantu oleh kubu Uni Soviet. Akibatnya, Amerika Serikat turut turun tangan dan memberi bantuan pada Vietnam Selatan untuk melawan Vietnam Utara.
Perang tersebut memakan banyak korban jiwa. Akhirnya, kedua pihak mengadakan perundingan dan gencatan senjata pada 1970. Di perundingan tersebut masih melibatkan Amerika Serikat sebagai negara dngan kepentingan.
Sayangnya, hasil perundingan yang sudah disepakati justru dilanggar Vietnam Utara dengan menyerang Vietnam Selatan. Akibatnya, perang kembali pecah dan memakan jutaan korban jiwa.
Sejarah berdirinya Vietnam Selatan dimulai ketika Perancis berusaha mendirikan negara-negara boneka di kawasan Indocina di akhir Perang Dunia ke II. Dengan hadirnya Vietnam Selatan, otomatis membuat Vietnam terpecah.
Ho Chi Minh pun sangat marah lantaran ia menginginkan Vietnam menjadi negara yang merdeka dan utuh. Kemudian terjadilah perang Indocina I pada tahun 1946-1954, yaitu antara Vietnam Utara yang didukung oleh Tiongkok dan Vietnam Selatan didukung oleh Perancis.
Vietnam Utara yang dipimpin oleh Ho Chi Minh mendapat pengakuan dari Rusia dan Tiongkok pada tanggal 31 Januari 1950. Kemudian Vietnam Selatan yang dipimpin oleh Bao Dai juga mendapat pengakuan dari Amerika Serikat dan Inggris pada 7 Februari 1950, namun di satu sisi sebagian besar rakyat tidak mau mengakuinya.
Runtuhnya Vietnam Selatan tentunya berdampak besar bagi rakyat Vietnam sendiri maupun dunia internasional.