Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : KSAD Ungkap Letjen Iwan Setiawan Jadi Pangkostrad, Gantikan Letjen Mohammad Fadjar
Advertisement . Scroll to see content

Letjen TNI Iwan Setiawan, dari Everest ke Kostrad

Kamis, 22 Oktober 2026 - 15:41:00 WIB
Letjen TNI Iwan Setiawan, dari Everest ke Kostrad
Penulis Egy Massadiah bersama Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad) Letjen TNI Iwan Setiawan (Foto: Egy Massadiah)
Advertisement . Scroll to see content

Karena itu, bagi saya, misi Everest bukan sekadar satu baris dalam biodata Iwan Setiawan. Di dalamnya ada kenangan pribadi sekaligus awal untuk memahami cara ia memandang tugas, alam, dan dirinya sendiri.

Pam Pam Pam

Ada hal lain yang khas dari Iwan: suaranya. Di kalangan prajurit, ia dikenal piawai menghidupkan suasana dan membakar semangat pasukan melalui yel-yel. Bahkan, setiap kali saya meneleponnya, sering kali bukan kata “halo” yang terdengar lebih dahulu.

Yang muncul justru suara lantang: “Komando Hantu Rimba, Prajurit Sapta Marga… pam… pam… pam… Merah Putih…!”

Itulah Iwan. Ramai, spontan, kocak, dengan aksen Sunda yang kental. Namun, ketika masuk urusan tugas, ia berubah menjadi prajurit serius.

Dalam falsafah Sunda dikenal ajaran silih asah, silih asih, silih asuh: saling menajamkan kemampuan, memelihara rasa kemanusiaan, dan saling membimbing. Dalam kepemimpinan militer, maknanya relevan. Prajurit tidak hanya dituntut kuat, tetapi juga perlu terus diasah kemampuannya, dipelihara soliditasnya, dan dibimbing agar tumbuh menjadi manusia sekaligus prajurit yang lebih baik.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut