LIPI Dorong Penggunaan Dana Abadi Riset untuk Kejar Ketertinggalan SDM

Antara ยท Kamis, 02 Mei 2019 - 06:10 WIB
LIPI Dorong Penggunaan Dana Abadi Riset untuk Kejar Ketertinggalan SDM

Kepala Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Laksana Tri Handoko. (Foto: ANTARA)

JAKARTA, iNews.id – Kepala Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Laksana Tri Handoko, menilai penggunaan dana abadi riset dapat mendorong pengembangan sumber daya manusia (SDM) dan tenaga kerja unggul Indonesia. Menurut dia, SDM unggul akan mendukung ekonomi modern berbasis inovasi serta ilmu pengetahuan dan teknologi.

“Realisasi dana abadi riset sangat berkorelasi dengan pengembangan SDM unggul Indonesia masa depan,” katanya saat dihubungi di Jakarta, Rabu (1/5/2019).

Dia menuturkan, SDM unggul terutama dihasilkan dari pendidikan di jenjang lanjut yang berbasis riset. Menurut Handoko, secara umum pendidikan di jenjang dasar sampai dengan S1 di Indonesia tidak kalah dengan luar negeri. Perbedaan baru terasa untuk pendidikan di jenjang lanjut, S2 dan S3. Ini terjadi karena pendidikan di jenjang S2 dan S3 lebih berbasis pada riset yang notabene Indonesia masih tertinggal jauh.

Di lain sisi, kata dia, dana abadi riset sebagai salah satu sumber pendanaan riset di luar mekanisme Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sudah seharusnya dijadikan sebagai salah satu dari tiga jenis sumber pendanaan utama riset sebagaimana praktik di banyak negara yaitu. Ketiga jenis sumber pendanaan itu adalah dana negara (APBN), swasta, dan dana abadi.

Handoko menjelaskan, besaran dana abadi riset tentu tidak memiliki ukuran yang pasti dan dinamis tergantung dari kebutuhan negara. Akan tetapi, untuk saat ini menurut dia sudah cukup ideal bila dalam beberapa tahun bisa diakumulasikan sebesar Rp25 triliun. Sebagai komparasi, akumulasi dana abadi pendidikan untuk Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) sudah menembus angka Rp50 triliun.

Sementara, dana abadi riset di tahun pertama baru sebesar Rp990 miliar, yang nantinya bisa diakses oleh siapa pun. Dia mengatakan, pengembangan kualitas SDM harus menjadi prioritas negara, sehingga SDM dapat berkontribusi untuk pembangunan bangsa dan peningkatan kesejahteraan masyarakat serta lebih meningkat daya saing manusia Indonesia untuk berkompetisi di kancah global.

Pemerintah Indonesia meningkatkan anggaran pendidikan secara signifikan dari Rp435 triliun pada 2018 menjadi Rp492 triliun pada 2019. Anggaran LPDP juga ditambah hingga Rp20 triliun pada 2019. Anggaran tersebut digunakan untuk memperluas kesempatan masyarakat untuk mendapat beasiswa untuk melanjutkan pendidikan, baik di dalam maupun luar negeri, sekaligus menjangkau anak-anak bangsa yang cerdas namun mengalami kesulitan dalam hal keuangan untuk menempuh pendidikan.

“Apalagi 50 persen tenaga kerja di Indonesia hanya tamatan sekolah menengah pertama (SMP), sehingga anggaran pendidikan dapat digunakan untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan kompetensi mereka.”

Editor : Ahmad Islamy Jamil