Low Tuck Kwong Terdepak dari Pucuk Orang Terkaya Indonesia, Harta Menyusut Rp44 Triliun
Bayan Resources yang didirikan dan dikendalikan Low sebelumnya menyampaikan dalam keterbukaan informasi bursa bahwa perusahaan bersama tiga anak usahanya, PT Tiwa Abadi, PT Tanur Jaya, dan PT Fajar Sakti Prima, menyatakan kondisi force majeure atas kewajiban pasokan batu bara.
Perusahaan menyebut permohonan untuk merevisi kuota produksi batu bara 2026 yang diajukan ketiga anak usaha tersebut belum mendapatkan persetujuan pemerintah. Revisi kuota ini diperlukan agar perusahaan dapat melanjutkan kegiatan produksi.
"Kondisi ini memengaruhi kemampuan perusahaan dan anak perusahaan dalam memenuhi kewajibannya kepada pelanggan," tulis Bayan dalam keterbukaan informasi.
Low mendirikan Bayan pada 2004 di Indonesia. Sebelumnya, dia pindah dari Singapura ke Indonesia dan memulai bisnis di sektor konstruksi sebelum kemudian berekspansi ke pertambangan batu bara.
Dia menjadi warga negara Indonesia pada 1992 dan membeli konsesi batu bara pertamanya di Kalimantan lima tahun kemudian.