Loyalis Bamsoet Tuding Kubu Airlangga Hartarto Intimidasi DPD I dan II
JAKARTA, iNews.id - Loyalis calon ketua umum (caketum) Partai Golkar Bambang Soesatyo (Bamsoet) menuding kubu Airlangga Hartarto mengintervensi Dewan Pimpinan Daerah (DPD) tingkat I dan tingkat II. Bentuk intervensi itu adalah meminta dukungan secara paksa.
Juru bicara Bamsoet, Viktus Murin mengatakan, padahal diketahui, pemegang suara di Partai Golkar adalah DPD I dan II. Dia meminta Dewan Pimpinan Pusat (DPP) sekaligus panitia penyelenggara Munas Partai Golkar 2019 bersikap adil.
"Tercium dan atau terendus informasi yang kuat dari jaringan partai di daerah-daerah, bahwa DPD-DPD II hari-hari ini sedang mengalami intimidasi politik dari kubu petahana untuk hanya mendukung dan memilih petahana Airlangga Hartarto," kata Viktus, dalam jumpa pers, di Kawasan SCBD, Jakarta Selatan, Minggu (1/12/2019).
Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) menuturkan, jika dukungan tersebut tidak diberikan, DPD I dan II terancam pemecatan atau penonaktifan dari jabatannya. Viktus meminta DPP menghentikan intimidasi tersebut.
Pencalonan Ketum Golkar, Loyalis Bamsoet: Panitia Munas Manipulasi AD/ART Partai
Dia mengingatkan, DPP ataupun pihak penyelenggara Munas tidak memanipulasi status Pelaksana Tugas (Plt) sebagai pihak yang memiliki hak suara di dalam Munas partai Golkar.