Luhut Khawatir Cuaca Ekstrem Timbulkan Klaster Penularan Covid-19 Baru

Okezone, Taufik Fajar · Selasa, 06 Oktober 2020 - 22:16:00 WIB
Luhut Khawatir Cuaca Ekstrem Timbulkan Klaster Penularan Covid-19 Baru
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan. (Foto: iNews)

JAKARTA, iNews.id - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan menggelar rapat penanganan covid-19 di Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa (6/10/2020). Rapat dilaksanakan secara virtual.

Sejumlah elemen ikut dalam rapat tersebut antara lain Kementerian Kesehatan dan perwakilan BUMN. Di situ, Luhut meminta semua elemen mewaspadai dampak perubahan cuaca ekstrem dalam penanganan covid-19.

"Tiga bulan ke depan kita harus bersiap dengan perubahan cuaca ekstrem. Dikhawatirkan akan timbul klaster baru karena faktor tersebut," ujar dia dalam keterangan tertulis, Selasa (6/10/2020).

Salah satu hal yang patut dikhawatirkan menurut Luhut yakni potensi penyakit demam berdarah dengue (DBD) yang bisa muncul pada musim hujan. Luhut menegaskan jangan sampai ada orang yang terinfeksi kedua penyakit tersebut sekaligus.

Selain memperingatkan tentang sistematika pencegahan, Luhut juga mengingatkan kepada pengelola maupun sumber daya manusia yang bertugas di Wisma Atlet untuk terus menjaga kedisiplinan. Dia mengapresiasi jumlah kasus sembuh dari covid-19 di Rumah Sakit Darurat (RSD) Wisma Atlet yang tinggi.

"Angka kesembuhan yang tinggi di Wisma Atlet ini harus dipertahankan, ini bisa menjadi rujukan bagi RS lainnya," katanya.

Menanggapi hal tersebut, Koordinator RSD Wisma Atlet, Mayjen TNI Tugas Ratmono mengatakan RSD Wisma Atlet memiliki presentase kesembuhan yang tinggi. Menurut data yang dimilikinya, tingkat kesembuhan pasien covid-19 di RSD Wisma Atlet mencapai 90 persen.

"Tingkat kesembuhan di Wisma Atlet rata-rata mencapai 90 persen. Kami terus menerapkan kedisiplinan untuk meningkatkan angka kesembuhan. Kami juga terus waspada terkait perubahan cuaca ekstrem dan akan menyiapkan berbagai mitigasi terhadap hal tersebut," ujarnya.

Sebelumnya Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebut anomali iklim La Nina sedang berkembang di Samudera Pasifik sekitar ekuator. La Nina diperkirakan berkembang terus hingga mencapai intensitas moderate pada akhir 2020, menyeluruh pada Januari-Februari, dan berakhir Maret-April 2021.

Editor : Rizal Bomantama