Luhut Tolak Toba Pulp Lestari: Kerusakan Hutan Terbesar di Tapanuli karena TPL!
"Kalau diurut nanti foto satelit kan bisa dilihat, betapa zaman itu sebenarnya kerusakan yang paling besar hutan di Tapanuli adalah karena TPL ini, Indorayon ini," kata dia.
Dia mengatakan telah menyarankan Presiden Prabowo Subianto untuk mengambil alih tanah milik TPL. Hal itu, menurut dia, dapat bermanfaat bagi rencana pendirian pabrik bibit untuk holtikultura di Humbang Hasundutan, Sumut.
"Jadi saya waktu menghadap presiden saya melaporkan kepada beliau. Bahwa menurut saya, Pak Presiden, karena sekarang Bapak sudah memerintahkan untuk membuat genome sequencing dan menjadi seeding industry, pabrik bibit untuk holtikultura di Humbang Hasundutan, sekalian saja Pak di-relinquish tanahnya TPL itu, sehingga petani bisa kerja di sana rakyat," kata Luhut.
"Jadi menurut saya gak ada gunanya lagi Toba Pulp di situ, Toba Pulp itu sudah cukup itu. Itu kan sudah gak benar," imbuhnya.
Luhut juga menjawab tudingan memiliki saham di TPL. Dia menegaskan tudingan itu tidak berdasar.
Dia menegaskan hanya memiliki saham di perusahaan miliknya yakni PT Toba Sejahtra.
"Kalau ada orang menuduh saya punya saham, saham mana? Tunjukin. Saya tidak pernah punya saham, kecuali di perusahaan saya yaitu PT Toba Sejahtra, yang saya buat sendiri. Di situ ada Kutai Energi, satu-satunya yang punya IUP yang saya dapat tahun 2003 atau 2004 IUP batu bara di Kutai Kartanegara. Ya itu. Itulah sampai hari ini milik saya," ujar Luhut.