Luncurkan Peta Jalan Kemandirian, Menag Ingin Pesantren Jadi Arus Baru Ekonomi

Tim iNews.id ยท Selasa, 04 Mei 2021 - 21:48:00 WIB
Luncurkan Peta Jalan Kemandirian, Menag Ingin Pesantren Jadi Arus Baru Ekonomi
Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas meluncurkan (launching) Peta Jalan Kemandirian Pesantren. (Foto dok Kemenag).

JAKARTA, iNews.id - Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas meluncurkan (launching) Peta Jalan Kemandirian Pesantren yang menjadi panduan dalam menciptakan pondok pesantren menjadi lebih berdaya. Peta jalan ini adalah mitigasi untuk mewujudkan visi kemandirian pesantren yang telah dimandatkan oleh Presiden Joko Widodo. 

Pria disapa Gus Yaqut ini berharap pesantren memiliki sumber daya ekonomi yang lebih kuat dan berkelanjutan. 

“Sehingga dapat menjalankan fungsi pendidikan, dakwah, dan pemberdayaan masyarakat dengan optimal,” ujar Menag saat acara peluncuran Peta Jalan Kemandirian Pesantren  di Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Jalan MH Thamrin Jakarta Pusat, Selasa (4/5/2021).

Menurut Gus Yaqut, peta jalan ini juga upaya Kemenag dalam memperkuat jatidiri pondok pesantren.  Untuk itu, Gus Yaqut menginginkan pesantren ke depan kian memiliki posisi strategis sebagai basis arus baru ekonomi umat yang perlu terus didorong agar potensinya lebih optimal, utamanya  dalam memberdayakan masyarakat. 

Setidaknya ada tiga potensi yang dimiliki oleh pesantren sebagai basis baru ekonomi umat, yaitu  potensi santri, potensi masyarakat sekitar pesantren, dan potensi zakat serta wakaf umat. 

“Dengan potensi yang dimiliki tersebut, saya menetapkan tujuan besar dari kebijakan kemandiran pesantren ini adalah terwujudnya pesantren yang memiliki sumber daya ekonomi yang kuat dan berkelanjutan,” kata Gus Yaqut.

Menurut Gus Yaqut, parameter pesantren mandiri setidaknya dikuatkan dengan adanya usaha yang profesional guna mendukung operasional pesantren dan unit pendidikan belajar mengajar secara terarah dan sistematis. Harapannya, kehadiran pesantren berdampak secara lebih luas dan mampu menjadi bagian dari solusi pengentasan kemiskinan serta pengangguran. 

“Potensi pesantren dengan karakter kemandirian, daya juang dan kewirausahaan menjadi faktor penting dalam kesuksesan pemberdayaan ekonomi, karena pesantren itu satu komunitas besar,” ucapnya.

Menurut Gus Yaqut, untuk mencapai tujuan tersebut dibutuhkan sinergi di antara para pelakunya, yakni pemerintah, akademisi, pesantren, dan komunitas.  Hal lain yang juga patut disertakan dalam memperkuat kemandiran pesantren ke depan adalah dukungan teknologi. Dengan kolaborasi aktif ini, diharapkan pengembangan pesantren menuju kemandirian ekonomi umat bisa lebih cepat terwujud.

Editor : Faieq Hidayat

Halaman : 1 2