Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Pilu! Pemudik Menuju Gilimanuk Diturunkan di Jalan gegara Macet, Sopir Bus Putar Balik
Advertisement . Scroll to see content

Macet Horor di Gilimanuk! Pemudik Butuh 15 Jam untuk Capai Dermaga Penyeberangan

Sabtu, 14 Maret 2026 - 20:09:00 WIB
Macet Horor di Gilimanuk! Pemudik Butuh 15 Jam untuk Capai Dermaga Penyeberangan
Antrean kendaraan pemudik mengular hingga beberapa kilometer menuju Pelabuhan Gilimanuk saat arus mudik Bali–Jawa. (Foto: iNews TV)
Advertisement . Scroll to see content

JEMBRANA, iNews.id - Arus mudik dari Bali menuju Pulau Jawa melalui Pelabuhan Gilimanuk, Jembrana, Bali, masih diwarnai antrean panjang kendaraan, Sabtu sore (14/3/2026). Kemacetan horor menuju pelabuhan dari arah Gilimanuk, membuat ribuan pemudik harus menunggu berjam-jam untuk bisa menyeberang menuju Banyuwangi, Jawa Timur.

Berdasarkan pantauan di lapangan, ekor antrean kendaraan saat ini berada di kawasan Kelatakan, Banjar Sumbersari, Desa Melaya, atau sekitar 9 kilometer dari Pelabuhan Gilimanuk. Kepadatan arus mudik didominasi kendaraan roda empat atau mobil pribadi, serta bus dan truk logistik.

Sementara itu, arus kendaraan roda dua masih terpantau ramai lancar dan belum terjadi antrean panjang hingga keluar pelabuhan.

Kepadatan arus mudik menuju Pelabuhan Gilimanuk terjadi sejak Jumat (13/3/2026) malam dan hingga Sabtu (14/2/2026) sore belum sepenuhnya terurai.

Sejumlah pemudik bahkan mengaku membutuhkan waktu hingga 15 jam untuk mencapai area dermaga.

Salah satu pemudik asal Jember, Bayu, mengatakan mudik tahun ini menjadi pengalaman paling berat yang pernah dia alami. Dia mengaku mulai terjebak kemacetan sejak pukul 02.00 WITA di kawasan Tukadaya, Melaya, dan baru tiba di depan dermaga sekitar pukul 17.00 WITA.

Padahal dalam kondisi normal, perjalanan dari Melaya menuju Pelabuhan Gilimanuk hanya memerlukan waktu sekitar 30 menit.

“Mudik tahun ini macetnya lebih parah dari sebelumnya. Harapannya semoga ke depan lebih cepat dan nyaman,” ujarnya, Sabtu (14/3/2026).

Menurut Bayu, banyaknya kendaraan yang menyerobot antrean juga turut memperparah kondisi kemacetan di jalur menuju pelabuhan.

Untuk mengurai kemacetan, pihak PT ASDP Indonesia Ferry melakukan berbagai langkah antisipasi. Salah satunya dengan mempercepat proses bongkar muat kendaraan serta menambah jumlah kapal yang beroperasi.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut