Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Mendagri Tito Dorong Pembatasan Biaya Kampanye Diatur dalam UU Pilkada
Advertisement . Scroll to see content

Mahfud MD Ajak Masyarakat Bersyukur karena Ideologi Indonesia Pancasila

Minggu, 04 Oktober 2020 - 09:45:00 WIB
Mahfud MD Ajak Masyarakat Bersyukur karena Ideologi Indonesia Pancasila
Mahfud MD (Foto: iNews/Riezky Maulana)
Advertisement . Scroll to see content

Indonesia, kata Mahfud merupakan sebuah bangsa yang dikaruniai beragam adat dan budaya. Menurutnya, di Peraturan Perundang-undangan pun tertulis bahwa Indonesia memiliki 6 agama yang diakui, yakni Islam, Kristen Protestan, Katolik, Hindu, Buddha, dan Konghuchu.

Selain itu, Indonesia juga memiliki 1.360 suku dan 726 bahasa daerah. Indonesia juga mempunyai 17.504 pulau dan 16.100 di antaranya sudah terdaftar namanya di Persatuan Bangsa-bangsa (PBB). Untuk sisanya, sebanyak 1.400 masih belum memiliki nama, namun koordinatnya sudah terdaftar.

Dia mengungkapkan bahwa pernah ada isu yang menyatakan kalau Indonesia adalah negara yang Islamophobi. Dia berujar, Islamophobia memiliki dua sifat, yang pertama adalah benci kepada Islam dan kedua adalah takut kepada Islam. Lantas dia pun menanyakan apakah Indonesia yang sekarang seperti itu?

"Ada dulu zaman penjajahan Belanda, zaman belum merdeka itu Islamophobi. Orang Islam tidak boleh salat. Orang Islam yang ingin memperdalami ajaran Islam dengan baik, sana ke pondok. Pondok tidak diakui prestasinya di zaman Belanda. Orang pondok sekolahnya di madrasah, habis itu paling tinggi jadi kaum,” ucapnya.

Di zaman seperti sekarang yang merdeka, Mahfud mengatakan, tdak ada orang benci kepada Islam dan takut kepada Islam. Bahkan beberapa pemimpin-pemimpin di Indonesia, itu sebagian itu orang Islam. 

Dia pun menyebut nama, Kapolri Idham Aziz, yang namanya berasal dari bahasa Arab. Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian pun disebut Mahfud sebagai salah satu orang yang pintar mengaji.

"Dulu, di tahun 50-an tidak pantas orang Islam jadi Polisi. Sekarang, masuk semua karena demokrasi. Kalau Anda pintar, berjuang, berkontestasi, jadi,” tuturnya.

Editor: Muhammad Fida Ul Haq

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut