Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Duo Jambret Nekat Beraksi di Tambora Jakbar, Bawa Celurit Ancam Korban
Advertisement . Scroll to see content

Masjid KH Hasyim Asy'ari Jakbar Pantau Hilal 1 Ramadhan 1445 H, Kondisi Cuaca Berawan

Minggu, 10 Maret 2024 - 17:20:00 WIB
Masjid KH Hasyim Asy'ari Jakbar Pantau Hilal 1 Ramadhan 1445 H, Kondisi Cuaca Berawan
Pemantauan hilal di Masjid Raya KH Hasyim Asy'ari, Cengkareng, Jakarta Barat (foto: MPI)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Masjid Raya KH Hasyim Asy'ari, Cengkareng, Jakarta Barat, menjadi salah satu masjid yang turut memantau hilal 1 Ramadhan 1445 H. Kegiatan ini dilakukan bersama Lembaga Falakiyah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) DKI Jakarta.

Pemantauan hilal dilakukan di lantai dua Masjid Raya KH Hasyim Asy'ari. Terlihat dua teleskop telah dipasang ke arah barat, tempat terbenamnya matahari. 

Selain teleskop, petugas juga menyiapkan monitor yang tersambung langsung dengan teleskop robotik. Beberapa alat itu dijajarkan di area lantai dua dengan empat petugas rukyat bersiaga di masing-masing teleskop.

"Lembaga Falakiyah Pengurus Wilayah NU DKI Jakarta bekerja sama dengan pengurus besar Masjid KH Hasyim Asyari melaksanakan kegiatan rukiyatul hilal, pemantauan hilal jntuk menentukan 1 Ramadhan 1445 H," kata Ketua Lembaga Falakiyah PWNU DKI Jakarta Abdul Khaliq Soleh di Masjid Raya KH Hasyim Asyari.

Abdul menjelaskan, pihaknya menggunakan alat-alat mulai dari yang modern hingga tradisional. Hal ini dilakukan untuk benar-benar memastikan apakah hilal terlihat atau tidak.

"Ada 4 alat yang akan kami gunakan. Yang pertama teleskop robotic ada dua buah dan ini teleskop yang sangat canggih, yang akurasinya bisa dipercaya. Kemudian kami juga menggunakan teodolit. Meskipun menggunakan alat canggih, kita juga tidak meninggalkan cara lama," ujar Abdul.

Kondisi cuaca di Masjid Raya KH Hasyim Asyari sebelum pemantauan hilal ini cukup berawan. Abdul mengatakan, ini menjadi salah satu kendala yang akan mempengaruhi penentuan awal Ramadhan 1445.

"Kendalanya adalah faktor alam. Mungkin karena hujan, mungkin tertutup awan tebal, mungkin karena kabut yang tebal. Kata Rasul kalau seandainya hilal terhalang oleh awan atau cuaca buruk, maka sempurnakan menjadi jumlah bilangan Syaban menjadi 30 hari. Jadi faktor alam juga sangat menentukan hilal terlihat atau tidak terlihat, selain ketinggian hilal itu sendiri," katanya.

Editor: Reza Fajri

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut