Matangkan Persiapan Mudik Lebaran 2026, Pemerintah Optimalkan Sinergi Lintas Sektor
JAKARTA, iNews.id - Pemerintah terus mematangkan persiapan mudik Lebaran 2026 agar perjalanan masyarakat lebih aman dan nyaman. Sejumlah kebijakan strategis pun disepakati mulai dari penyesuaian libur sekolah, mengurangi kepadatan arus mudik dan balik, fleksibilitas kerja ASN, hingga kesiapan infrastruktur jalan, jembatan, dan potensi bencana seperti longsor dan banjir.
Kesepakatan itu diambil saat Rapat Tingkat Menteri (RTM) yang dipimpin oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno di Kantor Kemenko PMK, Jakarta, Kamis (12/2/2026).
"Persiapan Idulfitri 1447 H meliputi penyiapan rumah ibadah, ketersediaan pangan dan stabilitas harga pangan, khususnya bahan pokok, serta kesiapan infrastruktur moda transportasi," kata Menko PMK Pratikno.
Pratikno mengingatkan bahwa substansi libur nasional dan cuti lebaran harus dimaknai dalam kerangka perayaan atau event keagamaan. Hal ini kemudian berlanjut pada perjalanan mudik, pergerakan transportasi besar-besaran, hingga aktivitas pariwisata dan seterusnya.
Lebih lanjut, dia menjelaskan, dari survei yang dilakukan Kementerian Perhubungan, prediksi jumlah pemudik tahun ini mencapai 144 juta orang, jauh lebih kecil dari tahun 2025 yakni 146 juta orang.
"Sehingga penting bagi pemerintah untuk menjamin layanan yang terintegrasi dari hulu sampai dengan hilir secara holistik, dalam perspektif pembangunan manusia dan kebudayaan," ucapnya.