Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Terungkap, Truk TNI yang Tabrak Motor di Kalideres Jakbar Sedang Antar Siswa SD LDKS
Advertisement . Scroll to see content

Mayor Chk (K) Yuliana, Srikandi Pertama Penjaga Perbatasan RI-PNG

Kamis, 20 Desember 2018 - 08:17:00 WIB
Mayor Chk (K) Yuliana, Srikandi Pertama Penjaga Perbatasan RI-PNG
Danramil 04-1701/Arso Mayor Chk (K) Yuliana Rosario Yoku. (Foto: Dispendad)
Advertisement . Scroll to see content

Selama satu tahun menjabat Danramil, Anna mengatakan, dirinya berupaya membangun komunikasi ke seluruh kampung yang ada di empat Distrik. Pada Februari 2018, bersama dengan anggota, dengan menempuh delapan jam perjalanan mengunjungi Kampung Sawabum yang bertahun-tahun belum pernah dikunjungi oleh Koramil.

"Akses ke kampung itu baru dibuka, untuk menuju ke kampung tersebut harus naik buldoser dari jam 11.30 sampai 15.30 WIT," katanya.

"Kondisi di sini masih dapat dikatakan memperihatikan, sehingga bersama dengan aparat lainnya (Pemerintahan dan Kepolisian) serta Satgas Pamtas, kita bahu-membahu membangun berbagai hal untuk kepentingan masyarakat," katanya lagi.

Adapun yang menjadi motivasinya, Anna mengungkapkan, dikarenakan dirinya sadar Papua merupakan tanah kelahirannya yang harus dibangun supaya tidak tertinggal dengan wilayah yang lainnya.

"Jika bukan kita, siapa lagi dan jika tidak sekarang kapan lagi. Itu yang selalu terbayang dalam benak saya, untuk berbuat yang terbaik, tulus dan ikhlas bagi saudara-saudara kita di sini. Apalagi saat ini, dapat dikatakan saya memiliki kewenangan dalam membina wilayah," ujarnya.

"Saya senantiasa memikirkan dan berupaya mewujudkannya untuk rakyat dan bangsa Indonesia. Tentu saat ini, yang jadi prioritas, selain menjaga wilayah perbatasan juga membina wilayah dan turut membangun kesejahteraan masyarakat," katanya.

Danramil 04-1701/Arso Mayor Chk (K) Yuliana Rosario Yoku

Anna menjelaskan, keberadaanya saat ini juga sekaligus untuk memberikan inspirasi dan motivasi kepada generasi muda di wilayahnya untuk mengikutinya sebagai prajurit TNI AD.

"Selama saya menjadi tentara selepas kuliah, banyak hal yang diperoleh. Selain nilai-nilai keprajuritan, juga yang paling utama adalah nasionalisme dan wawasan kebangsaan, maka dalam berbagai kegiatan pembinaan teritorial, itu pula yang selalu saya tularkan," ujarnya.

Ketika ditanyakan tentang kendala yang dihadapi selama menjadi Kowad, Anna dengan lugas menjawab, jika dirinya selama ini tidak memiliki hambatan yang sangat berat.

"Di militer kita ditempa dengan serba keras agar menjadi individu yang kompetitif namun tetap memiliki jiwa korsa yang tinggi. Pimpinan TNI AD saat ini betul-betul memperhatikan yang namanya emansipasi wanita. Kita diberikan tugas dan tanggung jawab, namun tetap didasarkan pada kodratnya yaitu wanita Indonesia. Jadi selama kita mengikuti irama tugas dan disertai dengan keikhlasan dalam pengabdian, maka semuanya menjadi ringan," katanya sambil tersenyum.

Sebelum mengakhiri wawancara, Anna menyampaikan terima kasih kepada pimpinan TNI AD yang telah memberikan kesempatan bagi dirinya menjadi Danramil di mana dia dilahirkan, sehingga dia bisa membantu masyarakat secara langsung.

"Meski tidak banyak, sudah ada di beberapa Kodam yang Danramilnya diisi oleh Kowad, bahkan ada yang jadi Dandim. Ini bukan karena Kowad diperlakukan khusus, melainkan karena sesuai dengan semboyannya bahwa Kowad bukanlah mawar penghias taman tapi melati pagar bangsa. Kowad bukanlah hanya pelengkap organisasi tapi justru penjaga keutuhan dan kedaulatan bangsa yang bisa mengharumkan Indonesia," ujarnya.

Editor: Djibril Muhammad

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut