Media Literasi

Arya Sinulingga: Mahasiswa Jangan Terbawa Informasi Kontroversial

Irfan Ma'ruf ยท Rabu, 02 Oktober 2019 - 17:05 WIB
Arya Sinulingga: Mahasiswa Jangan Terbawa Informasi Kontroversial

Direktur Corporate Secretary MNC Tbk Arya Sinulingga dalam acara Media Literasi di MNC College, Jakarta Barat, Rabu (2/10/2019). (Foto: iNews.id/Irfan Ma'ruf).

JAKARTA, iNews.id – Era digital membawa konsekuensi berupa banjir informasi. Tidak hanya datang dari media-media konvensional, informasi kini lahir dari berbagai platform.

Mahasiswa sebagai kalangan intelektual mesti cermat dalam mendapatkan informasi tersebut. Jangan sampai terjebak sehingga hanya mendapatkan pemahaman yang tidak utuh.

Direktur Corporate Secretary MNC Tbk Arya Sinulingga mengingatkan, perkembangan teknologi semakin banyak memberikan pilihan informasi kepada masyarakat. Namun, di tengah perkembangan tersebut, banyak media yang menyajikan informasi secara terpotong.

Khusus televisi, jika dulu hanya ada satu milik negara, sekarang semakin berkembang. Belum lagi media online, media sosial, Youtube dan lainnya. Persoalannya, banyak informasi tidak disajikan utuh.

"Sering sekali di media, apalagi di media digital atau media sosial, banyak miss informasi atau pemotongan informasi yang membuat info itu tidak ditangkap secara utuh," kata Arya saat menjadi narasumber dalam acara Media Literasi bertema “Talkshow Televisi."

Acara yang digelar di MNC Business and Education College (MNC College), Jakarta Barat, Rabu (2/10/2019) ini dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun RCTI, MNCTV dan GTV.


Arya lantas mencontohkan polemik Rancangan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana atau RKUHP. Dia menilai banyak masyarakat yang tidak membaca utuh sehingga menimbulkan pro dan kontra. Terlebih ada beberapa media yang mengambil informasi kontroversial tanpa menjelaskan kembali secara mendalam.

Arya pun mengajak mahasiswa sebagai kelompok intelektual untuk mencari informasi secara utuh sehingga tidak ikut terbawa oleh informasi kontroversial. Mahasiswa jangan hanya selesai membaca satu berita, namun juga harus melengkapi informasi secara keseluruhan.

"Makanya info itu tidak boleh berhenti ketika membaca sebuah berita, langsung dipercaya detail. Harus dipakai alat awal, informasi media adalah info awal, berikutnya Anda yang mencari. Itu yang namanya kemampuan atau paham terhadap media," kata pria kelahiran Kabanjahe, Karo, Sumatera Utara ini.

Editor : Zen Teguh