Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : PDIP Jelaskan Alasan Megawati Tak Hadiri Upacara HUT RI di Istana: Punya Misi Khusus
Advertisement . Scroll to see content

Megawati Bertemu Presiden Timor Leste Jose Ramos-Horta, Bahas IPTEK hingga Nasionalisme

Jumat, 28 Agustus 2026 - 13:58:00 WIB
Megawati Bertemu Presiden Timor Leste Jose Ramos-Horta, Bahas IPTEK hingga Nasionalisme
Presiden ke-5 RI Megawati Sukarnoputri menjamu Presiden Timor Leste Jose Ramos-Horta (dok. istimewa)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Presiden ke-5 Republik Indonesia Megawati Sukarnoputri menjamu Presiden Timor Leste Jose Ramos-Horta beserta peraih Nobel dan Turing Award yang tergabung dalam delegasi Science for Development Summit 2026, di Megawati Institute, Menteng, Jakarta, Jumat (28/8/2026).

Dalam pertemuan itu, Megawati mengaku bangga dan terhormat bisa menjamu para ilmuwan. Dia menegaskan, ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) tak bisa terlepaskan dari dunia politik.

"Bagi saya, ilmu pengetahuan dan teknologi bukan sesuatu yang terpisah dari kehidupan politik dan masa depan suatu bangsa," ujar Megawati dalam sambutannya.

Megawati menilai, Indonesia perlu bersekutu dengan IPTEK. "Sudah sejak lama, baik selaku Ketua Dewan Pengarah BRIN, maupun sebagai Ketua Umum PDI, saya selalu menegaskan bahwa Indonesia harus bersekutu dengan ilmu pengetahuan dan teknologi," ujar Megawati.

"Ketika menjadi Presiden Kelima Republik Indonesia, hal-hal berkaitan pendidikan, penguasaan ilmu-ilmu dasar, riset, dan inovasi selalu saya coba jalankan. Bahkan kebijakan negara pun harus berbasis riset," tambahnya.

Megawati mengaku, pandangan ini didapat dari sang ayah yang juga Presiden ke-1 RI Soekarno.

"Bagi beliau, bangsa yang ingin merdeka dalam arti yang sesungguhnya, harus sekali lagi harus menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi," kata Megawati.

Menurutnya, kemerdekaan politik, mengelola kekayaan bangsa dan menentukan arah pembangunan akan selalu menghadapi kendala keterbatasan.

"Tetapi Bung Karno juga mengingatkan bahwa nasionalisme tidak boleh membuat suatu bangsa menutup diri. Nasionalisme harus tumbuh subur di dalam tamansari internasionalisme. Saya kira pandangan ini semakin penting pada abad sekarang ini," katanya.

Editor: Reza Fajri

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut